Buka SKPP di Mojokerto, Fritz Anggap SKPP Adalah Investasi Bernegara
Ditulis oleh : Bawaslu Provinsi pada :

Jombang, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar menyatakan, Sekolah Kader Pengawasan Partisipatif (SKPP)
yang telah berlangsung sejak 2018 ini merupakan sebagai investasi dalam membangun demokrasi yang lebih baik.

“SKPP adalah investasi dalam bernegara. Kami sangat mengharapkan ada proses baik. Supaya demokrasi bisa berjalan dengan baik,” katanya saat membuka SKPP di Mojokerto, Jawa Timur, Minggu (19/9/2021).

SKPP di Banggai, Abhan: Setelah Ini Ada Tingkat Menengah dan Lanjutan
Ditulis oleh : Bawaslu Provinsi pada :

Salakan, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Abhan menginginkan kader Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) menjadi simbol pengawas partisipatif dalam penyelenggaraan Pemilu Tahun 2024. Hal tersebut disampaikannya saat membuka SKPP Tingkat Dasar Tahun 2021 di Salakan, Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah (Sulteng), Jumat (17/9/2021).

Jawab Tantangan Pemilu 2024, Abhan Minta Kendala Regulasi Dibenahi
Ditulis oleh : Rama Agusta pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Menjawab tantangan penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024, Ketua Bawaslu Abhan meminta untuk kendala regulasi atau payung hukum pemilu yang masih tumpang tindih dan mulitafsir untuk dibenahi.

Abhan menyampaikan itu saat menjadi presidium dalam webinar bertajuk Tantangan dan Kesiapan Penyelenggaraan Pemilu dan Pilkada 2024, Jumat (17/9/2021). Mantan Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Tengah itu menjadi presidium bersama Ketua DKPP Prof. Muhammad dan Direktur Eksekutif Perludem Khoirunnisa Nur Agustyati.

Bagja Ungkapkan Tiga Tantangan Bawaslu Hadapi Pemilu dan Pilkada Serentak 2024
Ditulis oleh : Reyn Gloria pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Rahmat Bagja menyampaikan ada tiga tantangan yang akan dihadapi Bawaslu ketika menghadapi Pemilu dan Pilkada Serentak 2024. Dia menyebutkan masalah teknis, masalah mikro dan masalah Sumber Daya Manusia (SDM) ad hoc.

Pertama, Bagja menjelaskan masalah pertama yang akan dihadapi adalah masalah mikro yaitu seperti adanya ketentuan dalam Undang-Undang Pemilu/Pilkada yang multitafsir membuat penyelenggara rentan dipersoalkan secara etik bahkan pidana.

Di DPR Abhan Beberkan Rencana Strategis Pengawasan Pemilu dan Pilkada 2024
Ditulis oleh : Ranap Tumpal HS pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Abhan membeberkan berbagai program kerja dan usulan persiapan pengawasan Pemilu dan Pilkada Serentak 2024 dalam Rapat Kerja (Raker) sekaligus Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPR RI dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), KPU, Bawaslu, dan DKPP, Kamis (16/9/2021).

Evaluasi Penanganan Pelanggaran Pemilihan, Dewi: Banyak Lembaga Timbulkan Ketidakpastian Hukum
Ditulis oleh : Hendi Purnawan pada :

Padang, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo menyoroti banyaknya lembaga yang terlibat dalam penyelesaian masalah hukum dalam pemilhan. Mulai dari Kepolisian, Kejaksaan, Pengadilan Tinggi Usaha Negara (PTUN), hingga Mahkamah Agung (MA), terkadang putusan dari beberapa lembaga tersebut berbeda-beda.

"Ini menyebabkan lamanya proses yang berpotensi menggangu tahapan, serta menimbulkan ketidakpastian hukum," cetusnya dalam acara Rapat Evaluasi Penanganan Pelanggaran Pemilihan Tahun 2020 di Sumatera Barat, Rabu, (16/9/2021).

Mentori Kasek Gorontalo, La Bayoni Harap Gerbang Kommpak Dapat Diterapkan di Bawaslu se-Indonesia
Ditulis oleh : Bawaslu Provinsi pada :

Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu La Bayoni mengapresiasi proyek Gerakan Membangun Komitmen Masyarakat Mengawasi Pemilihan Umum Dan Pemilihan Kepala Daerah (Gerbang Kommpak) yang digagas oleh Kasek Bawaslu Provinsi Gorontalo Nikson Entengo.

La Bayoni berharap Gerbang Kommpak dapat diaplikasikan tidak hanya di Bawaslu Provinsi Gorontalo saja, tetapi juga provinsi lainnya.

Bicara Potensi Masalah Pemilu 2024, Abhan Singgung Kesulitan Pemilih Dengan Banyak Surat Suara
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Ketua Bawaslu Abhan menyebutkan potensi-potensi masalah Pemilu serentak 2024. Salah satunya mengenai kesulitan pemilih dalam menggunakan hak pilih lantaran diprediksi akan banyak surat suara pada Pemilu 2024.

"Kita melihat contohnya pada Pemilu 2019 berkaitan dengan banyaknya surat suara. Hal itu kemungkinan juga akan kita hadapi, apalagi tahun 2024 dilaksanakan juga pilkada meski bulannya berbeda," kata Abhan dalam diskusi dengan tema Membedah Anggaran Pemilu dan Pilkada 2024, Realistis atau Pragmatis?, Rabu (15/9/2021).

Saldi Isra Dorong Bawaslu Lanjutkan Terbitkan Buku Pelanggaran Administrasi dan Pidana Pilkada 2020
Ditulis oleh : Hendi Purnawan pada :

Padang, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Hakim Konstitusi Saldi Isra mendorong Divisi Penanganan Pelanggaran Bawaslu untuk melanjutkan menerbitkan buku terkait pelanggaran administrasi maupun pidana berdasarkan pengalaman Pilkada Serentak 2020. Hal tersebut diungkapkannya saat menjadi 'keynote speaker' melalui daring (dalam jaringan) acara Bedah Buku Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 di Universitas Andalas, Sumatra Barat, Selasa, (14/9/2021).

Bagja Ungkap Tantangan Penyelesaian Sengketa Proses Pemilihan 2024
Ditulis oleh : Jaa Pradana pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Rahmat Bagja mengungkapkan tantangan penyelesaian sengketa proses pada Pemilihan Tahun 2024. Dia sebut salah satunya terkait sumber sengketa pemilihan yang berasal dari temuan.

Perlu diketahui, dalam UU Pilkada Nomor 10 Tahun 2016 Pasal 143 ayat 3 huruf (a) disebutkan Bawaslu Provinsi dan Bawaslu Kabupaten/Kota melakukan penyelesaian sengketa melalui tahapan (a) menerima dan mengkaji laporan atau temuan.

FGD PKPU Penyelenggaraan Pemilu 2024, Bawaslu Minta Limitasi Proses Sengketa Diatur
Ditulis oleh : Rama Agusta pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Abhan menyoroti beberapa hal yang berpotensi terjadi saat penyelenggaraan Pemilu Serentak 2024. Hal itu disampaikan dalam focus group discussion (fgd) secara virtual yang diselenggarakan KPU mengenai rancangan Peraturan KPU (PKPU) Tentang Tahapan, Program, dan Jadwal Penyelenggaraaan Pemilu dan Pemilihan Serentak Tahun 2024, Rabu (15/9/2021).

Bahas PSU Yalimo dengan Bawaslu Papua, Abhan: Kami Sudah Jalankan Kewajiban
Ditulis oleh : Rama Agusta pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemiliha Umum - Ketua Bawaslu Abhan menerima kunjungan Bawaslu Provinsi Papua dan Bawaslu Kabupaten Yalimo. Kunjungan tersebut membahas terkait pengawasan tindak lanjut Putusan Mahkamah Konstitusi Nomor 145/PHP.BUP-XIX/2021 yang memerintahkan pemungutan suara ulang (PSU) jilid 3 dalam Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Yalimo Tahun 2020.

Pada kesempatan itu, Abhan menegaskan kewajiban Bawaslu terkait pengawasan pelaksanaan PSU jilid tiga hasil Putusan MK sudah dilaksanakan.

Bedah Buku di Universitas Andalas, Dewi Harap Perbaikan Aturan Perundangan Pemilihan
Ditulis oleh : Hendi Purnawan pada :

Padang, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Ratna Dewi Pettalolo berharap, buku Kajian Evaluatif Penanganan Pelanggaran Pemilihan Kepala Daerah Serentak Tahun 2020 yang dia tulis bisa mendorong adanya perbaikan-perbaikan peraturan perundang-undangan. Dia berharap hal tersebut mampu menciptakan konsep penegakan hukum yang ideal.

Kuliah Umum Universitas Halu Oleo Sultra, Abhan Imbau Mahasiswa Tak Antipati Proses Demokrasi
Ditulis oleh : Reyn Gloria pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Abhan menyampaikan kepada seluruh mahasiswa untuk tidak antipati terhadap proses demokrasi yang terjadi di Indonesia. Hal ini disampaikannya saat mengisi kuliah umum di Universitas Halu Oleo, Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), Selasa (14/9/2021).

Dapat Lebih Lima Kali WTP dari BPK, Kemenkeu Beri Penghargaan Bawaslu
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Kementerian Keuangan (Kemenkeu) memberikan penghargaan kepada Bawaslu yang telah mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI kategori lima kali berturut-turut sejak tahun 2016- 2020 bersama 349 lembaga lainnya. Penghargaan diberikan saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah Tahun 2021 disaksikan melalui daring oleh Sekretaris Jenderal Bawaslu Gunawan Suswantoro melalui daring, Selasa (14/9/2021).