• English
  • Bahasa Indonesia

Sekretaris Jenderal

Dr. Gunawan Suswantoro

"Saya ingin lembaga kepemiluan di Indonesia dijadikan contoh bagi lembaga kepemiluan di negara lain. Indonesia harus jadi contoh bagi negara-negara demokrasi di negara lain. Kita akan menduniakan Bawaslu," ujar Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gunawan Siswantoro memaparkan visinya. Mimpi figur nomor satu di Bawaslu itu bukan isapan jempol semata.

Keberhasilan lembaganya mengawal pesta demokrasi melalui pemilu legislatif dan presiden pada 2014 lalu menjadi tolok ukurnya. Tingkat partisipasi pemilih pada pemilu legislatif mencapai 75 persen, sedangkan pemilihan presiden mencapai 71 persen. Di tengah rendahnya partisipasi publik dalam pemilu di negara modern lain, Indonesia justru mampu membalikkan tren tersebut. Tak dapat dipungkiri, ada peran besar penyelenggara pemilu di sana, termasuk Bawaslu.

Posisi Gunawan sebagai sekretaris jenderal Bawaslu tak lepas dari kejutan. Tepat sehari sebelum pelaksanaan pemilu legislatif 9 April 2009, ia ditelepon oleh Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Kiswanto pada pukul delapan pagi.

Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan teleconference kesiapan pemilu 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gunawan terkejut mendengar kabar dari Kemendagri bahwa ia akan dilantik sebagai kepala sekretariat (kini sekretaris jenderal) Bawaslu. Pada 8 April 2009, suami dari Sunarti sekaligus bapak dari Fachrian Luftansa Kamil dan Fachriza Cakrafaksi ini pun dilantik sebagai sekretaris jenderal Bawaslu pada pukul 11 siang. Sejak hari itu, di pundaknya, dengan dukungan seluruh jajaran staf Bawaslu, pelaksanaan pemilu di republik ini dikawal.

Lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah, 30 Juni 1966, Gunawan Suswantoro sudah terbiasa dengan kosakata ‘mimpi dan perjuangan’. Jauh sebelum mengemban amanah sebagai figur nomor satu di sekretariat jenderal Bawaslu, ia menapaki masa kecilnya dengan penuh perjuangan. Gunawan kecil harus menyusuri jalan setapak hingga menyeberangi sungai demi menuntut ilmu dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Ujian seakan tak berhenti bagi Gunawan. Sang Ibu kesulitan untuk membiayai kuliahnya dan kakaknya. Gunawan pun berburu beasiswa untuk memuluskan jalannya meraih gelar sarjana. Tak sia-sia. Ia pun meraih beasiswa hingga lulus strata satu hukum tata negara.

Karier Gunawan sendiri diawali sebagai birokrat staf Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) pada 1993. Ia juga pernah menjadi Kasubag Perundang-undangan Biro Hukum (2000-2001), Kepala Seksi Pol PP Ditjen Pemerintahan Umum (2001-2004), Kepala Seksi Kerja Sama Antardaerah Ditjen PUM (2004-2006), Kepala Bagian Perundang-undangan Biro Hukum (2006-2008), dan Kasubdit Pembauran dan Kewarganegaraan Ditjen Kesbangpol (2008-2009). Di tengah padatnya kesibukan, Gunawan masih meluangkan waktu untuk menulis buku. Dua buku karyanya berjudul "Pengawasan Pemilu Partisipatif: Gerakan Masyarakat Sipil untuk Demokrasi Indonesia" dan "Mengawal Penegak Demokrasi Dibalik Tata Kelola Bawaslu & DKPP". Gunawan, lewat karyanya yang berjudul "Pengawasan Pemilu Partisipatif: Gerakan Masyarakat Sipil untuk Demokrasi Indonesia" bahkan meraih Anugerah Pustaka Terbaik Tahun 2019  sebagai juara kedua dalam kategori buku terbaik tahun 2019 bidang pemilihan umum.

Sekretariat Jenderal di bawah pimpinan Gunawan Suswantoro juga menorehkan sejumlah prestasi dan penghargaan, diantaranya adalah meraih predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) empat tahun berturut-turut 2015-2018, Anugerah Media Relations Award 2017, meraih predikat tertinggi yakni Informatif dalam pemeringkatan Keterbukaan Informasi Publik 2018, meraih Apresiasi Satuan Kerja Terbaik dari KPPN VI Dirjen Perbendaharaan Kementerian Keuangan,  dan Pemenang Anugerah Humas Indonesia 2019. Sejak menjadi orang nomor satu di lingkungan sekretariat Bawaslu, peraih gelar Doktor Ilmu Politik Universitas Padjajaran ini aktif dalam advokasi Bawaslu terakhir terhadap Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum, yang memperkuat posisi dan kewenangan Bawaslu, di antaranya adanya Pengawas Pemilu yang permanen di tingkat kabupaten/kota. 

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Helpdesk Keuangan

e-Announcement LHKPN

Agenda Bawaslu

Waktu:
Selasa, 24 September 2019 WIB
To event remaining 1 day
Tempat :
Mabel POLRI, Jakarta
Waktu:
Minggu, 22 September 2019 WIB
Tempat :
Surabaya
Waktu:
Minggu, 22 September 2019 WIB
Tempat :
Bali
Waktu:
Sabtu, 21 September 2019 WIB
Tempat :
Bali
Waktu:
Jumat, 20 September 2019 WIB
Tempat :
Bali

Video Bawaslu

Mars Pengawas PEMILU +text
Mars Pengawas PEMILU +text

Zona Integritas Bawaslu