Dikirim oleh Jaa Pradana pada
Pimpinan Bawaslu menjawab pertanyaan para wartawan usai bertemu dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta, Rabu 28 Agustus 2019/Foto: Nurisman

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu telah melaporkan hasil kerja pengawasan Pemilu 2019 kepada Presiden Joko Widodo. Laporan disampaikan Bawaslu ketika menemui Presiden Jokowi untuk beraudiensi di Istana Negara Jakarta, Rabu (28/8/2019).

Baca juga: Bawaslu Turut Susun Indeks Global Keadilan Pemilu 

Dalam audiensi tersebut, rombongan terdiri dari lima pimpinan Bawaslu, yakni: Abhan, Ratna Dewi Pettalolo, Mochammad Afifuddin, Fritz Edward Siregar, dan Rahmat Bagja. Hadir pula Sekretaris Jenderal Bawaslu Gunawan Suswantoro serta Kepala Biro TP3 Bawaslu La Bayoni.

Ketua Bawaslu Abhan menyatakan, laporan pengawasan pemilu merupakan kewajiban konstitusi Bawaslu kepada negara lewat pemerintah dan DPR. Laporan tersebut berbentuk buku dengan tebal 416 halaman.

"Di hari lain tentu kami akan mengagendakan melaporkan kerja pengawasan ke DPR sebagai kewajiban konstitusi," cetusnya.

Baca juga: Abhan: Berkat IKP Bawaslu, Kerawanan Pemilu 2019 Bisa Dicegah

Dia mengatakan, pengawasan merupakan kebutuhan dasar pemilu dan pilkada untuk mewujudkan keberlanjutan demokratisasi yang luber, jurdil dan berintegritas. Sebagai lembaga yang bertanggung jawab dalam melakukan pencegahan dan penindakan, Bawaslu menjadi kunci atas berlangsungnya tahapan pemilu yang berintegritas.

"Laporan hasil pengawasan Pemilu ini disusun sebagai bentuk pertanggungjawaban dan akuntabilitas dari kerja-kerja pencegahan dan pengawasan yang dilakukan oleh Bawaslu," tutupnya.

Editor: Ranap THS