• English
  • Bahasa Indonesia

Abhan: Mahasiswa Bisa Jadi Pelopor Berantas Politik Uang

Ketua Bawaslu Abhan saat menjadi dosen tamu dalam kuliah umum di Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Senin 19 Agustus 2019/Foto: Hendi Purnawan

Purwokerto, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, mahasiswa bisa menjadi pelopor gerakan anti politik uang dalam setiap gelaran pemilu. Hal ini menurutnya penting agar bisa menekan gerakan politik uang yang merusak tatanan demokrasi di Indonesia sekaligus akar masalah korupsi para pejabat negara yang belum bisa dihentikan.

Baca juga: Di Hadapan Jaksa Agung, Ketua Bawaslu Ungkap Perlunya Evaluasi Gakkumdu 

Menurutnya, mahasiswa bisa berpartisipasi dengan cara melakukan pendidikan dan pemahaman politik kepada masyarakat bahwa politik uang itu berbahaya. Alasannya, masyarakat menjatuhkan pilihan berdasarkan kekuatan finansial peserta pemilu, bukan lagi berdasarkan integritas dan visi misi yang diusung.

"Kami yakin bahwa mahasiswa akan bisa mendorong masyarakat untuk menolak politik uang. Caranya harus didekati dengan persoalan kultural. Harus ada keberanian mahasiswa untuk menolak politik uang," ucapnya dalam kuliah umum di Universitas Soedirman (Unsoed) Purwokerto, Jawa Tengah, Senin (19/8/2019).

Di hadapan 484 mahasiswa baru Unsoed, Abhan meminta mahasiwa melarang keluarga untuk menerima uang dari kandidat dalam pesta demokrasi. Baginya, apabila ada orang tua mahasiswa yang menerima uang, maka menjadi tugas mahasiswa untuk ingatkan supaya tidak menerima.

"Jika dilakukan secara serius dan masif, maka akan berimbas kepada kehidupan demokrasi Indonesia yang bebas politik uang dalam beberapa waktu ke depan," ungkapnya.

Selain itu, sambungnya, mahasiswa juga bisa turut berpartisipasi dalam menekan kampanye hitam dan informasi hoaks. Abhan mengungkapkan, mahasiswa sebagai kaum intelektual seharusnya tidak mudah menulis atau menyebarkan berita hoaks yang akan menjerumuskan publik dengan informasi yang tidak benar.

"Mahasiswa harus bisa memberikan informasi berdasarkan fakta dan kebenaran kepada masyarakat. Jangan ikut-ikutan dalam menyebarkan hoaks," tegasnya.

Baca juga: Kerusuhan Manokwari, Afif Minta Bawaslu Satu Sikap Jaga Persatuan

Dia pun menilai, mahasiswa sebagai kaum intelektual harus mampu menjadi agen penguat demokrasi dengan berpatisipasi aktif awasi pemilu. Abhan bilang, kontrol dan mengawasi pemerintahan sebagai bentuk partisipasi mahasiswa menciptakan pemerintahan yang bersih.

Editor: Ranap Tumpal HS

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Helpdesk Keuangan

e-Announcement LHKPN

Agenda Bawaslu

Waktu:
Selasa, 24 September 2019 WIB
To event remaining 2 days
Tempat :
Mabel POLRI, Jakarta
Waktu:
Minggu, 22 September 2019 WIB
The upcoming date less then 1 day.
Tempat :
Surabaya
Waktu:
Minggu, 22 September 2019 WIB
The upcoming date less then 1 day.
Tempat :
Bali
Waktu:
Sabtu, 21 September 2019 WIB
Tempat :
Bali
Waktu:
Jumat, 20 September 2019 WIB
Tempat :
Bali

Video Bawaslu

Mars Pengawas PEMILU +text
Mars Pengawas PEMILU +text

Zona Integritas Bawaslu