Dikirim oleh Robi Ardianto pada
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan tema Gerakan Masyarakat Awasi Kerawanan Pemilu bersama Pemilih Muda, Jumat (13/2/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengatakan kelompok muda memiliki posisi strategis dalam menjaga proses demokrasi. Sebab menurutnya, secara kuantitatif, pemilih muda memiliki jumlah yang sangat besar dalam komposisi pemilih pada pemilu.

“Sekitar 52 persen pemilih kita berasal dari kelompok muda. Ini menunjukkan bahwa generasi muda memiliki peran penting dalam menentukan kualitas demokrasi,” katanya dalam kegiatan Ngabuburit Pengawasan oleh Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan tema Gerakan Masyarakat Awasi Kerawanan Pemilu bersama Pemilih Muda, Jumat (13/2/2026). 

Selain jumlah yang besar, Lolly menilai kelompok muda juga memiliki kekuatan secara kualitatif. Generasi muda merupakan kelompok yang paling aktif memanfaatkan teknologi informasi sehingga memiliki akses pengetahuan yang luas dan kemampuan beradaptasi yang tinggi terhadap berbagai perkembangan zaman.

Menurutnya, kemudahan akses informasi membuat cara berpikir generasi muda cenderung lebih terbuka, adaptif, dan kreatif dalam merespons berbagai dinamika demokrasi. Kemudahan akses informasi tersebut, kata dia, jika dipadukan dengan literasi kepemiluan yang kuat serta kemampuan berpikir kritis, maka generasi muda dapat menjadi aktor penting dalam mengawal kualitas pemilu ke depan.

Namun demikian, dia mengingatkan bahwa akses informasi yang luas juga memiliki tantangan tersendiri. Tanpa literasi kepemiluan yang memadai dan nalar kritis, generasi muda berpotensi menjadi sasaran kapitalisasi politik maupun korban penyebaran hoaks dalam proses demokrasi.

Karena itu, Lolly mendorong agar literasi kepemiluan di kalangan generasi muda terus diperkuat. Ia menilai keterlibatan anak muda dalam pengawasan partisipatif menjadi kunci dalam menjaga integritas pemilu.

“Jika akses informasi, literasi kepemiluan, dan kemampuan berpikir kritis berjalan bersama, Tahun 2029 kualitas pemilu dan demokrasi kita akan lebih baik," tegasnya.

Editor: BSW