Bogor, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Abhan berharap divisi pengawasan dan divisi penindakan Bawaslu harus kompak dalam memberi pembekalan kepada Pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS). Menurutnya dalam menjalankan tugas Pengawas TPS melakukan pengawasan dan penindakan jika ada pelanggaran yang dilakukan oleh peserta atau penyelenggara pemilu.
“Mereka adalah ujung tombak Bawaslu dalam tahapan pungut hitung dan rekapitulasi. Pekerjaan yang luar biasa dan tidak mudah,” katanya dalam Rapat Koordinasi Nasional Persiapan Pengawasan Pemungutan Penghitungan dan Rekapitulasi Suara di Bogor, Jawa Barat, Selasa malam, (25/11/2020).
Abhan menjelaskan peran Pengawas TPS sangat berpengaruh terhadap kelancaran proses pilkada. Jika kinerjanya bagus, lanjutnya, maka tidak akan menciptakan masalah. Sebaliknya, jika pengawas tidak paham tugas dan tanggung jawab yang dilakukan, dikhawatirkan akan menciptakan masalah yang bisa sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK).
“Inilah pentingnya ada bimtek pembekalan pengawas. Untuk mendapatkan pengawas yang berkualitas dan mempermudah kerja-kerja pengawasan,” ungkapnya.
Selain itu, Abhan mengingatkan kepada jajarannya untuk mengawasi tahapan kesiapan logistik pemungutan suara. Mulai dari pengadaan, distribusi dan ketepatan waktu logistic sampai ke setiap TPS. Tiga hal tersebut jangan sampai luput dari pengawasan.
“Jika logistik terlambat atau kurang bisa menimbulkan persoalan. Maka di sinilah peran pengawas memastikan kebutuhan logistik mencukupi,” ujarnya.
Editor: Ranap THS
Fotografer: Hendi Purnawan