• English
  • Bahasa Indonesia

Beda Hasil, Bawaslu Minta Cek Ulang Formulir C1 Untuk Perth

Anggota Bawaslu Mochammad Afiffudin bersama Ratna Dewi Pettalolo saat mengikuti proses rekapitulasi untuk Perth, Australia di pelataran halaman KPU, Jakarta, Senin 6 Mei 2019/Foto: Muhtar

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Saksi dari Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan calon presiden nomor urut dua,  Partai Gerindra, dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) mempertanyakan perubahan signifikan jumlah data pemilih di Perth, Australia. Terlebih, dari data yang sebelumnya ditulis secara manual berubah menjadi data yang dimasukkan melalui sistem.

Berdasarkan data formulir DA1 yang diinput secara tertulis daftar jumlah pemilih sebanyak 8.599 orang. Jumlah ini mengalami penyusutan dibandingkan formulir DA1 yang telah diinput melalui sistem sebanyak 7.889 orang.Perubahan juga terlihat dari total pengguna hak pilih dari DA1 yang ditulis sebanyak 3.611. Namun, setelah diinput melalui sistem berkurang menjadi 3.606.

Melihat perbedaan angka tersebut, anggota Bawaslu Mochammad Afiffudin meminta adanya pengecekan ulang data pemilih melalui formulir C1.

"Kami sudah melakukan pengecekan sebagaimana prinsip kami kalau ditemukan data yang tidak sinkron, kami kembalikan ke C1," kata Afif dalam rapat rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat nasional dan penetapan hasil pemilihan umum tahun 2018 di Gedung KPU RI, Jakarta Pusat, Senin (6/5/2019) malam.

Afif menjelaskan, pihaknya telah melakukan pengecekan C1 dan memang adanya perbedaan jumlah data pemilihnya yang signifikan antara data saat diberikan secara manual dengan lewat elektronik. Hal itu didapatkannya dari panitia pengawas pemilu (Panwaslu) luar negeri setempat dengan melakukan pengecekan melalui C1 mentahnya.

"Menurut saya ini hanya soal data pemindahan teknis dari formulir C1. Akan baik kalau kemudian memang duduk bersama lagi di PPLN dan melibatkan Panwaslu," Afif memberi saran.

Sementara Komisioner KPU Ilham Saputra mengatakan, pihaknya segera melakukan diskusi dan perbaikan kembali penginputan data tersebut.

"Jadi teman-teman, hasil tidak ada yang dimanipulasi. Bawaslu sudah menyampaikan. Tinggal administrasi penggunaan hak pilihnya (yang diperbaiki). Ini tentu saja akan kami perbaiki dan diskusikan kembali," akunya.

Editor: Ranap THS

Fotografer: Muhtar

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Helpdesk Keuangan

e-Announcement LHKPN

Agenda Bawaslu

Waktu:
Selasa, 14 Mei 2019 WIB
Tempat :
KPU RI
Waktu:
Senin, 13 Mei 2019 WIB
Tempat :
KPU RI
Waktu:
Minggu, 12 Mei 2019 WIB
Tempat :
KPU RI
Waktu:
Sabtu, 11 Mei 2019 WIB
Tempat :
KPU RI
Waktu:
Jumat, 10 Mei 2019 WIB
Tempat :
KPU RI

Video Bawaslu

Video Pelatihan Pengawas TPS Pemilu 2019 dilengkapi dengan Bahasa Isyarat
Video Pelatihan Pengawas TPS Pemilu 2019 dilengkapi dengan Bahasa Isyarat