Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Sekretariat Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait mengatakan Bawaslu terus berfokus pada peningkatan kesadaran partisipasi masyarakat dan mengedepankan upaya pencegahan. Hal tersebut disampaikannya saat menerima kunjungan organisasi Daybreaker Network Thailand untuk bertukar pikiran serta mempelajari rekam jejak pengawasan pemilu di Indonesia.
"Bawaslu terus berfokus pada penguatan pencegahan serta mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam mengawasi setiap tahapan pemilu. Kami percaya bahwa pencegahan yang efektif berawal dari tingginya kesadaran dan keterlibatan kritis publik, sehingga potensi pelanggaran dapat diminimalisasi sejak awal," ujar Ferdinand dalam Audiensi Daybreaker Network Thailand, dan Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (Kontras) di Gedung Bawaslu Thamrin 14, Jakarta. Jumat (14/8/2026).
Dalam kesempatan yang sama, Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina turut memaparkan dinamika pengawasan pemilu yang terjadi di Indonesia. Beliau menggarisbawahi tantangan krusial yang kerap dihadapi di lapangan, salah satunya terkait dengan maraknya praktik politik uang (money politic).
"Dalam praktik pengawasan di lapangan, salah satu tantangan krusial yang kerap kami hadapi adalah penanganan praktik politik uang. Hal ini membutuhkan perhatian serius serta strategi pencegahan dan penindakan yang komprehensif agar integritas pemilu tetap terjaga," ungkap Yusti Erlina.
Melalui agenda audiensi ini, Bawaslu berharap pertukaran pengetahuan dan pengalaman antar-negara dapat memperkuat fungsi kelembagaan pengawas pemilu. Langkah kolaboratif ini diharapkan tidak hanya bermanfaat bagi penguatan demokrasi di tanah air, tetapi juga menjadi referensi strategis dalam pengembangan sistem pengawasan pemilu di Thailand ke depan.
Editor: Reyn Gloria
Foto: Jaka Fajar