Dikirim oleh Bawaslu Provinsi pada
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda dalam Forum Diskusi Evaluasi Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 dan Integrasi e-Monev CERMAT di Kota Jayapura, Sabtu (24/10/2026).

Jayapura, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda menegaskan setiap capaian kinerja jajaran Bawaslu harus didukung data dan bukti yang valid agar dapat diukur dan dipertanggungjawabkan. Menurutnya, pelaporan kinerja tidak boleh berhenti pada pemenuhan kewajiban administratif, tetapi harus mencerminkan hasil nyata dari pelaksanaan tugas kelembagaan.

 

“Capaian kinerja tidak cukup hanya dilaporkan, tetapi harus didukung data dan bukti yang valid agar dapat dipertanggungjawabkan,” tegas Herwyn dalam Forum Diskusi Evaluasi Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 dan Integrasi e-Monev CERMAT di Kota Jayapura, Sabtu (24/10/2026).

Herwyn menjelaskan penguatan akuntabilitas tersebut memerlukan sistem pemantauan dan evaluasi yang terukur, termasuk melalui pemanfaatan teknologi digital. Karena itu, Bawaslu mempersiapkan integrasi e-Monev CERMAT (Cermin Monitoring dan Akuntabilitas Tugas) untuk mendukung pemantauan capaian kinerja secara lebih terarah dan transparan.

“Pemanfaatan sistem digital harus menjadi bagian dari upaya membangun budaya kerja yang terukur, tertib, dan berorientasi pada hasil,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya ketertiban dokumentasi dan kesiapan jajaran Bawaslu dalam menerapkan sistem pelaporan digital. Hal ini diperlukan agar pelaksanaan program dapat dipantau, dievaluasi, dan dinilai berdasarkan bukti yang dapat diverifikasi.

Forum yang diikuti jajaran Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota di Tanah Papua secara luring dan daring tersebut turut mengevaluasi capaian IKU 2026, mengidentifikasi kendala pelaporan, serta membahas kesiapan integrasi e-Monev CERMAT.

Dalam sesi pemaparan, Jojo Rohi membahas partisipasi masyarakat dan pengukuran kepuasan publik sebagai dasar pembuktian hasil kinerja. Sementara itu, Jefri Adriansyah memaparkan desain IKU Pengawas Pemilu 2026 dan penyusunan alat kerja penilaian serta pelaporan berjenjang. Akademisi Irene Tangkawarow turut mengulas mekanisme penilaian, verifikasi berjenjang, dan pengintegrasiannya ke dalam aplikasi e-Monev CERMAT.

 

Foto: Bawaslu Papua

Editor: Dey