Dikirim oleh Robi Ardianto pada
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat membuka kegiatan Bawaslu Mengajar yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Bogor di SMAN 1 Cibinong, Senin (25/5/2026).

Bogor, Badan Pengawas Pemilihan Umum– Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mengajak pelajar berpikir kritis dan rasional dalam menentukan pilihan pada pemilu mendatang. Menurutnya, memilih pemimpin tidak boleh didasarkan pada popularitas atau tren semata.

“Dalam demokrasi jangan memilih hanya karena viral, jangan memilih hanya karena heboh, dan jangan memilih sekadar ikut kata orang,” ujar Lolly saat membuka kegiatan Bawaslu Mengajar yang diselenggarakan Bawaslu Kabupaten Bogor di SMAN 1 Cibinong, Senin (25/5/2026).

Lolly menilai pendidikan demokrasi memiliki kesamaan dengan belajar matematika. Keduanya, kata dia, mengajarkan ketelitian, logika, kesabaran, dan kehati-hatian dalam mengambil keputusan.

Persamaan lainnya, kata dia, keduanya selalu hadir dalam kehidupan sehari-hari.  Di lingkungan sekolah, kata dia, demokrasi tercermin melalui keberanian bertanya saat tidak memahami pelajaran, menyampaikan pendapat, serta menolak segala bentuk perundungan.

“Pilihlah pemimpin yang terbaik, karena suatu saat nanti kalian juga akan dipilih menjadi pemimpin. Belajar demokrasi itu seperti belajar matematika, suka atau tidak suka, ia akan selalu hadir dalam kehidupan kita,” katanya.

Kegiatan Bawaslu Mengajar Kabupaten Bogor merupakan hasil kolaborasi Bawaslu Kabupaten Bogor dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran (FISIP Unpad), serta melibatkan mahasiswa pertukaran dari Universitas Teknologi MARA Malaysia. Program tersebut dilaksanakan di enam sekolah, yakni SMAN 1 Cibinong, SMAN 2 Cibinong, SMAN 3 Cibinong, SMAN 4 Cibinong, SMKN 1 Cibinong, dan SMKN 2 Cibinong.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Bawaslu Kabupaten Bogor juga bekerja sama dengan Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kabupaten Bogor untuk memfasilitasi perekaman e-KTP bagi pelajar yang telah memenuhi syarat usia.

Usai kegiatan, Lolly melakukan supervisi pengawasan ke Kantor Bawaslu Kota Bogor. Dia berharap pendidikan demokrasi dan kepemiluan tetap menjadi perhatian meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan pemilu.

Foto: Nofiar 
Editor: Reyn Gloria