Dikirim oleh Bhakti Satrio pada
Sekretariat Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait dalam penutupan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data ASN, di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Sekretariat Jenderal Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Sirait mendorong integrasi data kepegawaian melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA) guna menghapus anomali data dan memastikan promosi jabatan berjalan transparan. Dia menegaskan pemutakhiran data ASN ini menjadi momentum krusial untuk membangun SIMATA sebagai satu-satunya pusat rujukan (single source of truth) dalam tata kelola SDM di lingkungan Bawaslu.

 

Ia menambahkan langkah digitalisasi ini diambil guna mengikis berbagai persoalan klasik kepegawaian yang kerap memicu ketidakakuratan data di lapangan. Ferdinand menginstruksikan verifikasi total terhadap data pegawai yang belum terintegrasi sempurna dengan instansi pembina, termasuk penyelesaian pemutakhiran data tahap pertama yang ditargetkan tuntas penuh paling lambat 5 Agustus 2026.

"Terhadap data ASN yang masih ditemukan anomali, seperti ASN berstatus DPK, ASN yang belum berstatus organik Bawaslu, maupun data ASN hasil mutasi yang belum sepenuhnya terintegrasi dalam SIASN, akan dilakukan proses verifikasi, validasi, dan sinkronisasi bersama unit kerja terkait serta Badan Kepegawaian Negara (BKN) agar seluruh data benar-benar mencerminkan kondisi faktual organisasi," tegas ungkapnya saat hadir di penutupan Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data ASN, di Jakarta, Minggu (2/8/2026).

Melalui platform SIMATA, Ferdinand mengungkapkan Bawaslu akan menyusun profil talenta komprehensif bagi setiap pegawai yang mencakup kinerja, potensi, kompetensi, hingga rekam jejak jabatan. Ferdinand menjelaskan bahwa pemetaan tersebut akan diukur secara terstruktur menggunakan metode Nine Box Talent Matrix demi menghilangkan subjektivitas dalam penilaian pegawai.

"Berdasarkan profil talenta tersebut akan dilakukan Talent Mapping menggunakan metode Nine Box Talent Matrix, sehingga seluruh ASN dapat dipetakan secara objektif berdasarkan kombinasi kinerja dan potensi sebagai dasar penyusunan talent pool Bawaslu," ungkap Ferdinand.

Guna memastikan setiap pegawai memiliki kesempatan karier yang setara, ia menyampaikan Bawaslu juga mempercepat pelaksanaan uji kompetensi bagi aparatur yang belum terpetakan. Lembaga pengawas pemilu ini memanfaatkan layanan Pro ASN dari BKN agar penilaian potensi seluruh pegawai dapat diukur secara akurat dan terstandarisasi.

"Dengan demikian, Bawaslu memiliki talent pool yang kredibel sebagai dasar penerapan sistem merit dalam pengembangan karier, pengisian jabatan, dan perencanaan suksesi kepemimpinan organisasi secara transparan, objektif, dan berkelanjutan," pungkas Ferdinand .

 

Foto: Bhakti Satrio W

Editor: Dey