Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Deputi Bidang Administrasi Bawaslu La Bayoni melaporkan perkembangan pemutakhiran data ASN di seluruh jajaran Bawaslu telah menyentuh angka 99,46 persen. Saat ini, hanya tersisa 16 ASN di Kalimantan Selatan, Nusa Tenggara Barat, dan Papua Tengah yang masih dalam proses penuntasan.
"Terhadap unit-unit kerja tersebut, Tim Manajemen Talenta akan melaksanakan pendampingan, mentoring, serta monitoring lanjutan sampai seluruh data dapat diselesaikan secara menyeluruh paling lambat 5 Agustus 2026," ungkap La Bayoni saat hadir di Rapat Koordinasi Pemutakhiran Data ASN di Jakarta, Minggu (2/8/2026).
La Bayoni menjabarkan bahwa dari total 364 ASN jabatan administrator, jabatan pimpinan tinggi pertama, dan jabatan fungsional ahli madya sebanyak 348 pegawai telah selesai dikonfirmasi dan dimutakhirkan datanya. Selama proses pemutakhiran, tim menemukan beberapa kendala teknis, seperti adanya data ASN berstatus dipekerjakan (DPK) yang masih muncul di basis data aktif, serta nilai sasaran kinerja pegawai (SKP) bagi ASN mutasi yang belum sepenuhnya terintegrasi dengan e-Kinerja dan SIASN. Selain itu, riwayat pengembangan kompetensi dan rekam jejak jabatan pegawai juga masih memerlukan penyempurnaan dokumen pendukung.
"Terdapat ASN hasil mutasi dari instansi lain ke Bawaslu yang data penilaian kinerjanya, khususnya nilai SKP, belum sepenuhnya terintegrasi dengan aplikasi e-Kinerja dan SIASN. Kondisi ini berdampak pada belum optimalnya data yang menjadi salah satu komponen penting dalam proses pemetaan talenta," kata La Bayoni.
La Bayoni menyebutkan, seluruh data yang telah tervalidasi akan segera dikonsolidasikan ke dalam Sistem Informasi Manajemen Talenta (SIMATA). Data tersebut diungkapkan La Bayoni akan menjadi dasar penyusunan profil talenta, pelaksanaan pemetaan talenta, dan pembentukan talent pool guna mendukung pengembangan karier, promosi, serta mutasi jabatan secara transparan dan berbasis sistem merit di lingkungan Bawaslu.
Foto: Bhakti Satrio W
Editor: Dey