Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Anggota Bawaslu, Totok Hariyono, menyampaikan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP) mendatang tidak lagi mengulang kesalahan yang sama. Oleh karena itu, ia meminta kesadaran bersama untuk melihat kembali napak tilas terjadinya kerawanan-kerawanan tersebut.
"Ayo mari kita reviu, ini problem integritas, problem kebodohan, ketidaktaatan, atau problem kepentingan norma, harus jelas," tegas Totok saat membuka acara Analisis Akar Permasalahan Pemungutan Suara Ulang pada Pemilu dan Pemilihan Tahun 2024 di Jakarta, Rabu (19/8/2026).
Menurutnya, perlu diteliti lebih dalam mengenai munculnya IKP perihal pemungutan suara ulang (PSU) ini. Ia menilai penting menjadikan ruang diskusi bagi jajaran Bawaslu daerah untuk lebih mendalami akar permasalahan di tiap-tiap daerah.
"Semua yang sudah datang ke sini akan memberikan roh, karena nanti tinggal dikompilasi setiap daerah itu berapa jumlahnya, lalu akar masalahnya apa. Karena contohnya kasus Sumbar, apakah ini problem ketidaktaatan atau ketidaktahuan?" ucapnya.
Totok menambahkan, masalah-masalah lalu menjadi pembelajaran berarti untuk didalami bersama para ahli. Ia mencontohkan perihal integritas penyelenggara pemilu yang wajib dibedah agar angka kerawanan tidak tinggi lagi ke depannya.
"Nanti setiap pokok perkara dimasuki roh-rohnya sehingga IKP nanti seperti yang diharapkan. Demikian juga pada perkara-perkara yang lain. Karena waktunya mepet, kan sudah tahu di wilayah provinsi mana, perkaranya apa, nanti apa problem dasarnya seperti yang saya sampaikan," jelas Totok.
Editor: Bhakti Satrio
Foto: Reyn Gloria