Submitted by Bawaslu Provinsi on
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda saat memberikan arahan kelembagaan di Kantor Bawaslu Papua Barat Daya (PBD), Senin (13/7/2026). Foto: Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya


Papua Barat Daya, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda meminta jajaran Bawaslu Papua Barat Daya wajib melakukan antisipasi tantangan geografis , keterbatasan infrastruktur komunikasi, dinamika politik lokal, serta kerawanan sosial. Menurutnya, kondisi geografis yang didominasi oleh perbukitan, kepulauan, dan wilayah pedalaman seringkali menghambat mobilitas pengawasan di lapangan.

“Kita tidak bisa menggunakan cara kerja biasa di wilayah dengan karakteristik khusus seperti Papua Barat Daya. Keterbatasan sinyal internet dan akses jalan yang sulit harus diantisipasi dengan strategi mitigasi yang matang," ujarnya saat memberikan arahan kelembagaan di Kantor Bawaslu Papua Barat Daya (PBD), Senin (13/7/2026).

Melalui pembekalan ini, Herwyn berharap jajaran Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya mampu menginternalisasi seluruh arahan strategis tersebut guna menyongsong agenda-agenda pengawasan kepemiluan ke depan dengan performa yang prima, bersih, dan berwibawa.

"Dari manusia yang unggul lahir organisasi yang kuat. Dari organisasi yang kuat lahir pengawasan yang berkualitas. Dari pengawasan yang berkualitas lahir kepercayaan publik. Mari kita jaga demokrasi, untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.

Sebagai penutup fondasi gerakan, Herwyn mengajak seluruh jajaran menyepakati lima pilar komitmen kerja secara kolektif: berintegritas dalam pengambilan keputusan, profesional dan disiplin penuh, terukur dalam kualitas capaian target, adaptif merespons perubahan zaman, serta melayani dengan tulus demi tegaknya keadilan pemilu.

Teks dan Foto: Bawaslu Provinsi Papua Barat Daya
Editor: Hendi Poernawan