Submitted by Reyn Gloria on
Bawaslu melakukan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten, Selasa, (11/6/2026).


Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Bawaslu melakukan penandatangan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) dengan Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanuddin (UIN SMH) Banten. Ketua Bawaslu Rahmat Bagja berharap langkah Ini meningkatkan kualitas pelibatan universitas dalam proses demokrasi.

"Kami senang jika pihak akademisi membuka diri untuk kerja sama, kalau di Bawaslu kami punya pusat pendidikan pengawasan partisipatif. Maka mahasiswa bebas ikut berpartisipasi mengawasi bersama Bawaslu," jelas Bagja sebelum MoU dilakukan di Ruang Rapat Bawaslu, Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Perjanjian ini ungkap Bagja, meliputi pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, lalu peningkatan kualitas penelitian dan Join Research, peningkatan kualitas kegiatan pengabdian kepada masyarakat dan juga kegiatan akademik yang bisa dikolaborasikan.

"Pemilu akan bicara soal mayoritas dan kampanye disitulah pentingnya beriringan dengan teman-teman akademisi untuk melakukan penelitian dan diskusi bersama," jelas dia.

Bersamaan dengan itu, Direktur Pascasarjana UIN SMH Banten Wasehudin menyambut baik langkah bersama yang dilakukan. Dia berharap UIN SMH Banten dan Bawaslu dapat aktif dalam berkontribusi dalam kajian penelitian maupun diskusi-diskusi membangun.

"Jika ada diskusi bersama dengan mahasiwa, kami akan menyambut hangat Bawaslu. Kami harap makin aktif pelibatan mahasiswa UIN SMH Banten terkait penelitian disertasi maupun penelitian lain terkait kerja-kerja Bawaslu," kata dia.

Editor: Hendi Poernawan⁩
Foto: Reyn Gloria