Sukoharjo, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Totok Hariyono, menegaskan mahasiswa tidak hanya sebagai mitra dalam pengawasan partisipatif, tetapi juga berhak mengkritisi Bawaslu sebagai bagian dari kontrol demokrasi.
Mahasiswa, menurut Totok, adalah pemegang saham utama demokrasi yang lahir dari reformasi. Karena itu, sambungnya, mahasiswa harus hadir di garda depan, mengawal pemilu agar berlangsung jujur, adil, dan berintegritas.