Submitted by Reyn Gloria on
Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina saat menerima audiensi dari Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik di Bawaslu Gedung B, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina menyampaikan, saat ini pengawasan partisipatif semakin masif, karena Bawaslu bekerja sama dengan banyak organisasi kemasyarakatan. Kolaborasi, menurutnya dapat dilakukan dengan memetakan masalah untuk perbaikan pemilu.

 

Yusti mengungkapkan kerja sama Bawaslu dengan Pemuda Katolik dapat dilakukan dengan mengidentifikasi persoalan-persoalan yang identik dengan tiap wilayah di Indonesia. Tidak lagi normatif, jelas Yusti, melainkan melakukan hal yang lebih berdampak untuk pemilu selanjutnya.

 

"Ke depan itu kerja sama yang perlu kita jalin. Bawaslu menerima kritik tetapi perlu ada hal-hal yang jelas dalam menentukan persepsi demokrasi. Belanja masalah dan cari solusi bersama-sama," kata Yusti saat menerima audiensi dari Pengurus Pusat (PP) Pemuda Katolik di Bawaslu Gedung B, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

 

Yusti berharap, Pemuda Katolik bisa hadir sebagai ujung tombak yang juga terhubung dengan Bawaslu. Salah satunya, kata dia, dengan mekanisme sistem pengawasan bersama masyarakat terutama kader-kader Pemuda Katolik yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Ketua PP Pemuda Katolik Stefanus Gusma mengapresiasi gagasan yang disampaikan Bawaslu. Dia berharap, tiap kader yang ada bisa terlibat langsung dalam kerja-kerja pengawasan partisipatif terutama jika ada penyimpangan dan pelanggaran yang terjadi. 

 

"Kami berharap berkolaborasi dengan Bawaslu secara luas agar demokrasi lebih baik dari sebelumnya," tutur Gusma.

 

Foto: Reyn Gloria

Editor: Dey