• English
  • Bahasa Indonesia

Penyelidik dan Penyidik Sentra Gakkumdu Harus Lebih Teliti

Kendari, Badan Pengawas Pemilu – Anggota Bawaslu RI Ratna Dewi Pettalolo mengatakan, dalam melaksanakan penindakan pelanggaran, Sentra Gakkumdu harus paham perbuatan mana yang termasuk pidana Pemilu dan bukan pidana Pemilu. Apalagi pada tahapan kampanye yang berpotensi tinggi terjadinya pelanggaran.

Dewi menjelaskan, seiring dengan perkembangan teknologi informasi, kampanye bukan hanya dengan cara kampanye konvensional, tapi juga memanfaatkan media sosial. Kampanye di dunia maya ini, menurut Dewi, rentan terjadi pelanggaran.

"Berkembangnya teknologi informasi tentunya menjadi tantangan kita semua. Akan banyak hoaks, ujaran kebencian, kampanye hitam melalui media sosial," ujar Dewi dalam Rakor Sentra Gakkumdu Pelatihan Khusus Penyeledik dan Penyidik Tindak Pidana Pemilu 2019 di Kendari, Sabtu (29/9/2018).

Oleh karena itu, sambung Dewi, para penyelidik dan penyidik tindak pidana Pemilu harus lebih sigap untuk menanganinya secara profesional. Banyak akun palsu di media sosial yang akan dengan mudah dimanfaatkan orang untuk kampanye.

“Para penyelidik dan penyidik juga harus bisa memaksimalkan waktu 14 hari dalam proses penyidikannya,” pungkas Dewi.

 

Penulis/Foto: Anastasia

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Helpdesk Keuangan

SIPS

SAKIP

Sipeka Bawaslu

SIPP Bawaslu

Simpeg Bawaslu

e-Announcement LHKPN

Agenda Bawaslu

Waktu:
Monday, 3 February 2020 WIB
Tempat :
Makasar
Waktu:
Friday, 31 January 2020 WIB
Tempat :
Jakarta
Waktu:
Friday, 31 January 2020 WIB
Tempat :
Jakarta
Waktu:
Tuesday, 4 February 2020 WIB
Tempat :
Sulawesi Selatan
Waktu:
Wednesday, 5 February 2020 WIB
Tempat :
Sulawesi Utara

Video Bawaslu

newSIPS 2019
newSIPS 2019

Mars Bawaslu

Mars Pengawas PEMILU +text
Mars Pengawas PEMILU +text

Zona Integritas Bawaslu