Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Totok Hariyono, menegaskan pentingnya penguatan konsolidasi demokrasi sebagai bukti nyata kinerja jajaran Bawaslu, terutama di masa nontahapan pemilu. Hal tersebut disampaikan Totok sebagai tindak lanjut atas instruksi Ketua Bawaslu Nomor 2 Tahun 2026.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Totok mengatakan Bawaslu telah meluncurkan aplikasi khusus untuk memantau sejauh mana konsolidasi demokrasi dilakukan di tingkat daerah. Aplikasi ini berfungsi sebagai instrumen transparansi sekaligus akuntabilitas kerja Bawaslu Provinsi dan Kabupaten/Kota. Totok menjelaskan aplikasi ini mendata secara mendalam substansi dari konsolidasi yang dilakukan di lapangan.
Totok menyampaikan data yang terekam mencakup topik-topik yang dibahas hingga metode penyampaiannya kepada masyarakat, baik yang dilakukan secara personal maupun secara kelompok. Ungkap Totok, hal ini memastikan setiap aktivitas jajaran di masa nontahapan terekam dengan akurat dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Ini kerja bareng. Di aplikasi itu, kita akan bisa melihat kabupaten mana yang bekerja dan mana yang tidak. Pimpinannya siapa saja yang aktif, stafnya siapa saja yang terlibat, semua akan terlihat jelas karena aplikasi ini mendata secara detil," ujar Totok saat memberikan arahan di kegiatan Rapat Pembahasan Pelaporan Pelaksanaan Tugas Konsolidasi Demokrasi secara daring pada Kamis (30/4/2026).
Ia juga menekankan, langkah ini juga dipersiapkan sebagai jawaban atas kritik yang kerap menuding Bawaslu pasif saat tidak ada tahapan pemilu. Totok juga meminta data dari aplikasi ini dipublikasikan sebagai bukti sah bahwa Bawaslu tetap produktif meski tanpa dukungan anggaran khusus untuk kegiatan tersebut.
“Yang kegiatan ini memang diatur untuk dibuat tidak berdasarkan anggaran. Ini membuktikan Bahwa kita bekerja, Kita menjawab tantangan Para pengamat pemilu Pengamat politik Masyarakat yang menganggap Nontahapan Bawaslu tidak bekerja,” tegasnya.
Selain sebagai instrumen pembuktian publik, data ini akan memiliki implikasi terhadap jajaran Bawaslu di masa depan. Totok mengungkapkan bahwa matriks kinerja yang dihasilkan dari aplikasi tersebut akan menjadi rujukan utama dalam proses seleksi pimpinan Bawaslu daerah mendatang.
Editor: Reyn
Foto: Bhakti