Pimpin Upacara HUT RI ke-80, Puadi: Bawaslu Benteng Keadilan Elektoral
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Puadi mengatakan Bawaslu tidak sekadar pengawas pemilu, tetapi juga benteng keadilan elektoral sekaligus penjaga kedaulatan rakyat. Menurutnya, kemerdekaan yang diproklamasikan Bung Karno dan Bung Hatta delapan puluh tahun silam bukanlah hadiah, melainkan buah dari perjuangan panjang para pahlawan.

Totok Minta Pengawas Pemilu Juga Ada di Masa Non-Tahapan
Ditulis oleh : Baguz Pradana pada :

Malang, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Totok Hariyono menegaskan Pengawas Pemilu bukan hanya pekerja pemilu tapi adalah pekerja demokrasi, sehingga di masa non-tahapan Bawaslu harus hadir di tengah seluruh elemen masyarakat. 

Puadi Sebut Keterbukaan Informasi Hak Publik dan Instrumen Pengawasan Partisipatif
Ditulis oleh : Bhakti Satrio pada :

Bangli, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Puadi menyebutkan keterbukaan informasi publik bagi Bawaslu merupakan hak publik dan sebuah bentuk pengawasan partisipatif di masyarakat.

Herwyn Minta Jajaran Bawaslu Susun Anggaran Belanja Operasional, Transparan dan Akuntabel
Ditulis oleh : Hendi Purnawan pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda meminta seluruh jajaran Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota menyusun anggaran belanja operasional harus dilakukan secara terencana, transparan, dan akuntabel.

Sekjen Bawaslu Minta ASN Tanamkan Nilai BerAKHLAK Sejak Awal Pengabdian
Ditulis oleh : Nofiar pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Sekretaris Jenderal (Sekjen) Bawaslu, Ichsan Fuady, mengajak CPNS (Calon Pegawai Negeri Sipil) Bawaslu 2025, agar berorientasi pada pelayanan dan tanamkan nilai ASN BerAKHLAK (akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif), sebagai pedoman kerja sejak awal pengabdian.

Bawaslu Rumuskan Formula Rekrutmen Panwas ad hoc dengan Belanja Masalah
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Tomohon, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Bawaslu meminta masukan dari mantan penyelenggara pengawas pemilu (panwas) adhoc di Kota Tomohon, Sulawesi Utara. Hal tersebut dilakukan Bawaslu sebagai salah satu strategi untuk meningkatkan kualitas rekrutmen panwas adhoc.

Lolly Sebut Buku 'Catatan Jurnalis Pemilu' sebagai Masukan Penguatan Pengawasan
Ditulis oleh : Baini Taslihudin pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menilai buku Catatan Jurnalis Pemilu: Sejarah Keserentakan Pertama Terbesar di Dunia karya 12 jurnalis Koalisi Pewarta Pemilu Demokrasi (KPPD) sebagai potret berharga pelaksanaan pemilu dari sudut pandang jurnalis.

Bawaslu Tanam Pohon Integritas di Tiga Titik di Sulut
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Manado, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda menanam pohon manggis sebagai simbol integritas Bawaslu di tiga titik di Sulawesi Utara (Sulut). Penanaman pohon tersebut dilaksanakan di Universita Sam Ratulangi  (Unsrat) Kota Manado, Universitas Negeri Manado (Unima) di Kabupaten Minahasa , dan Kota Tomohon.

Bawaslu Tegaskan Pentingnya KIP dalam Pengawasan Pemilu
Ditulis oleh : Jaka Fajar pada :

Makasar, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Puadi menegaskan komitmen Bawaslu untuk memastikan keterbukaan informasi publik (KIP) dalam setiap tahapan pengawasan pemilihan umum. Transparansi ini dianggap sebagai salah satu pilar utama dalam menjaga integritas dan kepercayaan masyarakat terhadap proses demokrasi.

Herwyn Ajak Generasi Muda Ambil Peran Jaga dan Kawal Demokrasi
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Tomohon, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda Badan mengajak generasi muda mengambil peran aktif dalam menjaga demokrasi dan mengawal penyelenggaraan Pemilu 2029 agar berjalan bermartabat. Dia mengibaratkan generasi muda pengawas partisipatif sebagai 'cahaya' yang dapat menghalau kecurangan dan pelanggaran pemilu dan pemilihan.

Bagja Paparkan Strategi Penguatan Kelembagaan Penyelenggara Pemilu
Ditulis oleh : Hendi Purnawan pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja memaparkan beberapa strategi penguatan kelembagaan penyelenggara pemilu. Salah satunya penguatan kewenangan atributif. Dengan cara mempertegas kedudukan penyelenggara pemilu bersifat tetap, mandiri dan independen.

Musyawarah dengan Akademisi Unima, Bawaslu Siapkan Organisasi yang Adaptif
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Tondano, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Bawaslu mengajak akademisi di Universitas Negeri Manado (Unima) urun rembuk menata struktur organisasi dan sistem kerja lembaga pengawas pemilu yang adaptif. Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda berharap diskusi ini tidak sekadar seremonial, melainkan menghasilkan langkah strategis menyiapkan pengawasan yang relevan dengan tantangan zaman.

Bagja Instruksikan Bawaslu Daerah Persiapkan Diri Hadapi Gugatan Hasil PSU
Ditulis oleh : Baguz Pradana pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menginstruksikan jajaran pengawas pemilu untuk mempersiapkan diri menghadapi kemungkinan gugatan ke Mahkamah Konstitusi (MK) terkait Pemungutan Suara Ulang (PSU). Instruksi ini disampaikan saat rapat daring di ruangan Command Center Bawaslu pada Selasa, (12/08/2025).

Bawaslu-Kemenag Siap Kolaborasi Pengawasan Partisipatif Berkelanjutan
Ditulis oleh : Bhakti Satrio pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Bawaslu dan Kementerian Agama (Kemenag) siap melanjutkan kerjasama dalam bidang pengawasan partisipatif. Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menuturkan kerjasama antara Bawaslu dan Kemenag telah dijalin sebelumnya dan dirasa perlu untuk dilanjutkan.

Buku 'Srikandi Mengawasi' Diharapkan Jadi Upaya Dekolonisasi Pengetahuan
Ditulis oleh : deytri aritonang pada :

Batam, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Buku Srikandi Mengawasi: Kisah Perempuan Pengawas Pemilu dalam Mengawasi Pemilu 2024 disinyalir merupakan upaya mendekolonisasi pengetahuan publik tentang peran perempuan dalam demokrasi dan pengawasan pemilu. Melalui buku tersebut, Bawaslu hendak menulis ulang kisah pengawasan pemilu agar terbentuk perspektif baru terhadap kinerja perempuan.