Susun PKS bersama Dukcapil, Yusti: Kerja Bawaslu Butuh Data Cepat
Ditulis oleh : Reyn Gloria pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Dalam mempersiapkan tahapan Pemilu 2029, Bawaslu bersama Dukcapil menyusun Perjanjian Kerja Sama (PKS) terkait Pemberian Hak Akses dan Pemanfaatan Data Kependudukan dalam Lingkup Tugas, Fungsi, dan Wewenang Bawaslu. Menurut Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu, Yusti Erlina, hal ini penting karena mekanisme kerja Bawaslu berlangsung cepat.

Bawaslu Dorong Dukungan Komisi II dan Kemendagri Perkuat Pengawasan Pemilu 2029
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mendorong dukungan Komisi II DPR RI dan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) memperkuat Bawaslu daerah. Dukungan tersebut, kata dia, sebagai bagian kesiapan menghadapi Pemilu 2029.

Jelang Pemilu 2029, Bawaslu dan Pemangku Kepentingan Selaraskan Kebijakan NPHD
Ditulis oleh : Bhakti Satrio pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Bawaslu bersama Kejaksaan Agung, Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Kementerian Keuangan, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK), dan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) melakukan pertemuan dalam rangkan melaraskan kebijakan Naskah Perjanjian Hibah Daerah (NPHD).

Apresiasi Thinkleaders, Yusti: Ini Benih Kawal Pemilu Bersama Generasi Muda
Ditulis oleh : Reyn Gloria pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu, Yusti Erlina, mengapresiasi Thinkleaders dalam menyebarkan semangat anak muda untuk berpartisipasi menjaga demokrasi. Dia menilai masa nontahapan menjadi waktu yang tepat untuk melakukan pendekatan ini.

Bagja Sebut Pelatihan Kepemimpinan Pengawas Harus Lahirkan Inovasi bagi Bawaslu
Ditulis oleh : Nofiar pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, menyebut bahwa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) harus menjadi ruang lahirnya inovasi yang mampu memperkuat tata kelola dan kinerja organisasi. Menurutnya, pengembangan kapasitas aparatur menjadi kunci agar Bawaslu mampu menjawab tantangan kelembagaan yang semakin kompleks dan dinamis.

La Bayoni: Penguatan Kapasitas Sekretariat Kunci Hadapi Tahapan Pemilu 2027
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Deputi Bidang Administrasi Bawaslu, La Bayoni, mengatakan bahwa penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di Bawaslu merupakan langkah strategis dalam menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan 2027. Menurutnya, sekretariat memiliki peran penting sebagai unsur pendukung yang menentukan kelancaran pelaksanaan tugas pengawasan.

Puadi: Hasil FGD Jadi Rekomendasi Penguatan Bawaslu Menuju Pemilu 2029
Ditulis oleh : Nofiar pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Puadi mengatakan hasil Focus Group Discussion (FGD) Menemukan Formulasi Pelaksanaan Fungsi Pengawas dan Pemutus dalam Rangka Penguatan Lembaga Pengawas Pemilu akan dirumuskan menjadi rekomendasi sebagai bahan penguatan kelembagaan dan desain penegakan hukum pemilu menuju Pemilu 2029.

Bagja Nilai Informasi Intelijen Jadi Masukan Mitigasi Penyelenggaraan Pemilu
Ditulis oleh : Hendi Purnawan pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, menilai informasi dari lembaga intelijen negara memiliki peran penting bagi penyelenggara pemilu. Menurutnya, Informasi tersebut dapat menjadi masukan strategis dalam menyusun mitigasi risiko dan pemetaan kerawanan di setiap tahapan penyelenggaraan pemilu.

Puadi Harap Kader HMI Jadi Penjaga Literasi Demokrasi
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Puadi berharap kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menjadi penjaga literasi demokrasi. Menurutnya, peran tersebut harus diawali dengan meningkatkan kapasitas diri melalui pemahaman tentang demokrasi, kepemiluan, ketatanegaraan, serta perkembangan teknologi informasi.

Cegah Persoalan Hukum, Bawaslu Susun Mitigasi Risiko Pengelolaan Dana Hibah Pemilihan
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum—Inspektur Utama Bawaslu, Rini Wartini, mengatakan bahwa pihaknya sedang menyusun mitigasi risiko pengelolaan dana hibah pemilihan. Hal tersebut, kata dia, dilakukan sebagai upaya memperkuat akuntabilitas sekaligus mencegah potensi persoalan hukum dalam pengelolaan keuangan di lingkungan Bawaslu.

Lantik Pejabat Fungsional dan CPNS, Bawaslu Tekankan Kompetensi dan Kerja Sehat
Ditulis oleh : Jaka Fajar pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sekretariat Jenderal (Sekjen) Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, menekankan pentingnya peningkatan kompetensi pegawai untuk mendukung kinerja Bawaslu yang spesifik dan penuh tantangan. Saat ini, Bawaslu masih kekurangan pejabat fungsional, dengan jumlah PNS baru sekitar 5.000 orang dari total 12.000 pegawai.

Bawaslu Wujudkan Perencanaan Anggaran Tempat Sasaran Lewat Mitigasi Resiko
Ditulis oleh : Jaka Fajar pada :


Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Sekretariat Jenderal (Sekjen) Bawaslu Ferdinand Eskol Tiar Siraid menegaskan bahwa mitigasi risiko adalah kunci utama mewujudkan anggaran yang tepat sasaran dan akuntabel. Menurutnya, tata kelola keuangan lembaga harus terus dimatangkan demi mendukung kinerja pengawasan pemilu yang lebih efektif.

Herwyn: Kepercayaan Publik terhadap Bawaslu Dibangun Melalui Budaya Kerja
Ditulis oleh : Robi Ardianto pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda mengatakan kepercayaan publik terhadap Bawaslu tidak hanya dibangun dari kualitas pengawasan. Menurutnya, membangun budaya kerja profesional, berintegritas, dan berorientasi pada pelayanan menjadi fondasi penting menjaga kepercayaan masyarakat terhadap lembaga.

Herwyn Harap Buku Manajemen Pengawasan Pemilu Bermanfaat Luas
Ditulis oleh : Hendi Poernawan pada :

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda berharap buku Manajemen Pengawasan Pemilu di Indonesia dapat memberikan manfaat kepada pengawas pemilu, penyelenggara pemilu, akademisi, mahasiswa, pemantau, serta masyarakat sipil. Sebab, menurutnya, buku ini lahir dari pengalaman kelembagaan, praktik pengawasan, dinamika lapangan, dan kebutuhan akademik.