Submitted by Bintang Ayudia on
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja audiensi bersama Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII) di Jakarta, Kamis, (24/9/2026). Foto: Pemberitaan dan Publikasi Bawaslu RI


Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Ketua Bawaslu Rahmat Bagja mengajak mahasiswa untuk bersikap kritis terhadap penyelenggaraan pemilu serta perkembangan demokrasi di Indonesia. Menurutnya, kritik dari mahasiswa merupakan bagian penting dalam mengawal demokrasi.

Bagja melanjutkan, kegiatan audiensi dengan Lembaga Eksekutif Mahasiswa (LEM) Universitas Islam Indonesia (UII) kali ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan pandangan maupun kritik terhadap Bawaslu sebagai lembaga penyelenggara pemilu.

“Silahkan kritik sekeras-kerasnya,” kata Bagja saat memberikan sambutan di Gedung Bawaslu, Kamis (24/9/2026).

Bagja menambahkan, Bawaslu terbuka terhadap kritik karena Bawaslu merupakan bagian dari penyelenggara pemilu yang bekerja untuk kepentingan demokrasi. Ia menyebut Bawaslu selalu menyediakan ruang untuk diskusi membahas dan mengkritisi kinerja Bawaslu.

Ketua Bawaslu menilai sikap kritis diperlukan agar mahasiswa turut memperhatikan arah perkembangan demokrasi di Indonesia. “Kami mendorong teman-teman untuk selalu mengkritisi ke depan kita mau jadi apa sih? Demokrasi kita turun atau tidak?” ujarnya.

Bagja juga menyampaikan bahwa Bawaslu memiliki tugas melakukan pemberdayaan masyarakat, termasuk mahasiswa. Keterlibatan mahasiswa, kata dia, jadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat untuk turut mengawal kehidupan demokrasi.

Dia menjelaskan, di luar tahapan pemilu, Bawaslu memiliki ruang yang lebih luas untuk menerima audiensi dan berdiskusi dengan berbagai kelompok masyarakat. Kondisi tersebut jadi kesempatan bagi Bawaslu untuk membangun komunikasi serta mendengarkan pandangan masyarakat mengenai kepemiluan dan demokrasi.

“Tugas kami saat ini adalah melakukan pemberdayaan teman-teman masyarakat dan juga mahasiswa,” tuturnya.

Bagja berharap mahasiswa dapat terus mengambil peran dalam mengawal demokrasi melalui sikap kritis dan partisipasi yang konstruktif. Ia menegaskan bahwa pembangunan demokrasi merupakan tanggung jawab bersama.

Teks dan Foto: Bintang
Editor: Hendi Poer