Submitted by Robi Ardianto on
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty dalam layar saat membuka Evaluasi Efektivitas Strategi Pencegahan Pelanggaran Pemilu dan Pemilihan 2024 secara daring, Senin (24/8/2026).

Jakarta, Badan Pengawasan Pemilihan Umum-  Anggota Bawaslu Lolly Suhenty mendorong penguatan sistem pelaporan dugaan pelanggaran yang mudah, cepat, dan aman bagi masyarakat. Alasannya, kata dia, pengawasan tidak cukup hanya mengandalkan temuan saja. 

 

Partisipasi masyarakat, kata dia, jadi bagian penting untuk mendeteksi dan mencegah potensi pelanggaran sejak dini. Untuk itu, dia melihat perlu adanya kanal pelaporan yang membuat masyarakat merasa aman ketika menyampaikan informasi mengenai dugaan pelanggaran.

“Salah satu pekerjaan rumah kita adalah menyediakan kanal pengaduan atau whistleblowing system yang mudah, cepat, aman, dan memberi perlindungan kepada masyarakat yang menyampaikan informasi dugaan pelanggaran,” katanya saat membuka Evaluasi Efektivitas Strategi Pencegahan Pelanggaran Pemilu dan Pemilihan 2024 secara daring, Senin (24/8/2026). 

Selain sistem pelaporan, menurut Lolly Evaluasi sistem pencegahan pelanggaran Pemilu dan Pemilihan 2024 yakni strategi pencegahan belum terintegrasi dari hulu ke hilir.  Pasalnya, kata dia, pencegahan tidak boleh bekerja seperti pulau-pulau yang terpisah.

"IKP (indeks kerawanan pemilu, red) membaca kerawanan, strategi pencegahan merespons kerawanan, manajemen krisis menangani kerawanan yang berkembang, lalu evaluasi membaca dampaknya. Semua harus menjadi satu siklus. Jika IKP berhenti pada pemetaan, dan pencegahan berjalan tanpa merujuk pada peta kerawanan, maka kita kehilangan hubungan antara diagnosis dan tindakan," ujarnya. 

Selanjutnya, kata Lolly, Bawaslu belum memiliki kajian yang cukup saintifik untuk menjelaskan hubungan antara intensitas pencegahan dan dinamika pelanggaran.  Untuk itu, dia berharap, Bawaslu dapat membangun strategi pencegahan yang benar-benar terintegrasi dari hulu sampai hilir. 

Dia berharap, ke depan, strategi pencegahan yang Bawaslu lakukan dapat membaca kerawanan dengan tepat, merancang intervensi yang relevan, membuka ruang partisipasi seluas-luasnya. Juga, kata dia, dapat memastikan masyarakat merasa aman ketika ikut mengawasi. 

"Pencegahan yang berhasil adalah pencegahan yang membuat pelanggaran semakin sulit terjadi, masyarakat semakin berani mengawasi, dan kepercayaan publik terhadap demokrasi semakin kuat. Karena itu, forum ini harapannya menjadi forum untuk membangun sistem pencegahan yang berdampak," ungkapnya.

 

Editor: Dey