Submitted by Bawaslu Provinsi on
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda saat memberi kuliah umum bertajuk Peran Bawaslu dalam Meningkatkan Literasi Demokrasi dan Partisipasi Politik Mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Senin (11/5/2026)

Makassar, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mengatakan partisipasi mahasiswa dalam pemilu tidak hanya sebatas menggunakan hak pilih di bilik suara. Lebih dari itu, dia mengajak mahasiswa untuk menyaring sebelum membagikannya atau sharing informasi.

Verifikasi informasi, kata dia, menjadi kunci agar partisipasi mahasiswa mampu menciptakan iklim politik yang mempersatukan. Dia meminta untuk tidak menyebarkan informasi yang belum tervalidasi dengan baik, sebagai bentuk tanggung jawab pemilih cerdas.


“Kami mengajak generasi muda untuk terlibat, minimal dengan menyaring informasi. Saring dulu sebelum sharing,”  katanya dalam kuliah umum bertajuk Peran Bawaslu dalam Meningkatkan Literasi Demokrasi dan Partisipasi Politik Mahasiswa di Universitas Hasanuddin, Senin (11/5/2026).

Selain itu, dia juga menjelaskan pentingnya literasi demokrasi dalam menghadapi ancaman teknologi baru seperti Artificial Intelligence (AI) dan deepfake. Dia mencontohkan adanya manipulasi identitas visual calon peserta pemilu yang sempat menjadi perkara di Mahkamah Konstitusi.

“Tantangan ke depan adalah manipulasi AI. Seolah-olah seseorang berbicara, padahal itu mesin. Mahasiswa harus memiliki literasi untuk membedakan mana yang asli dan palsu agar tidak terjebak dalam disinformasi,” ujarnya.

Literasi demokrasi, kata dia, menjadi fondasi utama bagi mahasiswa dalam mengawal integritas pemilu. Terlebih, kata dia, komposisi pemilih pada Pemilu 2024 didominasi kalangan milenial dan Gen Z dengan persentase lebih dari 50 persen.

Selain itu, Herwyn juga memperkenalkan sejumlah instrumen  pengawasan partisipatif yang dapat dimanfaatkan mahasiswa. Di antaranya kanal digital “Awasi Jarimu” dan “Siwaslu” sebagai sarana pelaporan berbasis teknologi, kerja sama dengan untuk menjamin keamanan pelapor, hingga rencana pembentukan forum pengawasan pemilu di kampus serta kolaborasi riset pengawasan Pemilu 2029.

Dekan FISIP Universitas Hasanuddin Phil Sukri mengapresiasi kehadiran Bawaslu sebagai narasumber yang memberikan perspektif praktis mengenai tata kelola demokrasi.

“Kegiatan ini sangat baik karena membawa perspektif langsung dari praktisinya. Ini merupakan bagian dari kurikulum kami untuk menghadirkan pakar guna menjembatani teori dan praktik, khususnya dalam membekali mahasiswa mengenai literasi demokrasi,” ujar Sukri saat membuka acara.

Kegiatan yang dihadiri ratusan mahasiswa tersebut ditutup dengan harapan agar kampus menjadi pusat gerakan literasi demokrasi yang kritis dan partisipatif. Turut hadir jajaran Bawaslu Provinsi Sulsel serta Bawaslu Kabupaten Gowa, Kabupaten Maros, dan Kota Makassar.

 

Penulis dan foto: Humas Bawaslu Sulsel