Submitted by Bawaslu Provinsi on
Anggota Bawaslu Totok Hariyono saat mengunjungi Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (12/1/2026).

Yogyakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum — Anggota Bawaslu Totok Hariyono menyebutkan ada tiga hal utama yang menjadi tonggak penguatan demokrasi. Menurutnya, tiga hal tersebut meliputi pencegahan, konsolidasi kelembagaan dan kolaborasi masyarakat. 

“Ketiga aspek tersebut menjadi fondasi penting dalam menjaga integritas pemilu dan demokrasi,” ungkapnya saat mengunjungi Bawaslu Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) pada Senin (12/1/2026). 

Totok menegaskan bahwa tiga hal tersebut menjadi tugas Bawaslu di masa nontahapan ini. Dia melanjutkan kerja Bawaslu tidak terbatas pada pengawasan tahapan pemilu, tetapi juga memiliki tanggung jawab berkelanjutan dalam membangun kualitas demokrasi. 

“Tugas Bawaslu tidak berhenti pada pengawasan tahapan pemilu. Pendidikan politik dan penguatan kesadaran demokrasi masyarakat harus terus dilakukan secara berkesinambungan,” ujarnya.

Dalam forum ini, turut dihadiri oleh pimpinan Bawaslu DIY, para kepala bagian, serta seluruh jajaran staf Bawaslu DIY. Forum ini dimanfaatkan sebagai sarana konsolidasi dan pertukaran gagasan dalam penguatan kelembagaan pengawasan pemilu.

Ketua Bawaslu DIY, Mohammad Najib, dalam pemaparannya menyampaikan sejumlah kerja kelembagaan yang telah dilaksanakan. “Kami terus mendorong penguatan kelembagaan melalui kegiatan Silih Suluh, konsolidasi demokrasi baik secara internal maupun eksternal, serta optimalisasi peran kehumasan sebagai ujung tombak agar kerja-kerja pengawasan yang selama ini berada di belakang layar dapat diketahui publik,” ungkapnya.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi antara Bawaslu RI dan Bawaslu DIY, serta penyerahan policy paper Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa Bawaslu DIY sebagai bentuk kontribusi pemikiran dalam penguatan penegakan hukum dan penyelesaian sengketa pemilu.

Foto     : Humas Bawaslu DIY

Editor  : BSW