Submitted by Nofiar on
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja saat membuka PKP Gelombang II Tahun 2026 secara daring di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Ketua Bawaslu Rahmat Bagja, menyebut bahwa Pelatihan Kepemimpinan Pengawas (PKP) harus menjadi ruang lahirnya inovasi yang mampu memperkuat tata kelola dan kinerja organisasi. Menurutnya, pengembangan kapasitas aparatur menjadi kunci agar Bawaslu mampu menjawab tantangan kelembagaan yang semakin kompleks dan dinamis.

Bagja menjelaskan bahwa pelatihan kepemimpinan tidak hanya bertujuan memenuhi jenjang pengembangan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN), tetapi juga membentuk pemimpin yang mampu membaca persoalan di unit kerjanya, menyusun solusi, dan menghadirkan perubahan yang berdampak bagi organisasi.

“Kalian yang mengikuti PKP adalah orang-orang terpilih. Buktikan bahwa kalian memang layak, memiliki kapasitas, dan kemampuan. Yang terpenting, hadirkan inovasi yang benar-benar menjawab kebutuhan organisasi dan pekerjaan di unit kerja masing-masing,” kata Bagja saat membuka PKP Gelombang II Tahun 2026 secara daring di Jakarta, Senin (13/7/2026).

Dia mengatakan bahwa setiap peserta perlu memaknai pelatihan sebagai proses membangun kepemimpinan, bukan sekadar mengikuti tahapan pembelajaran. Melalui proyek perubahan yang disusun selama pelatihan, peserta diharapkan mampu memotret persoalan secara tepat, merumuskan solusi yang realistis, serta menghasilkan inovasi yang dapat diterapkan di lingkungan kerja.

Bagja juga mengingatkan pentingnya meninggalkan ego sektoral dalam menjalankan tugas. Menurutnya, karakteristik Bawaslu sebagai lembaga yang memiliki satuan kerja di seluruh Indonesia menuntut kolaborasi antarfungsi agar penguatan kelembagaan berjalan lebih efektif.

Selain itu, dia meminta peserta mengikuti seluruh proses pembelajaran dengan disiplin dan menjunjung etika, termasuk selama pelaksanaan pembelajaran jarak jauh. Bagja berharap pelatihan ini menjadi wadah untuk memperluas wawasan, bertukar pengalaman, sekaligus memperkuat jejaring antarpeserta dalam mendukung peningkatan kualitas organisasi.

Pada kesempatan yang sama, Sekretaris Jenderal Bawaslu, Ferdinand Eskol Tiar Sirait, mengatakan bahwa pelatihan kepemimpinan merupakan investasi strategis untuk menyiapkan pejabat pengawas yang adaptif, solutif, dan inovatif di tengah dinamika pengawasan pemilu yang terus berkembang.

“ASN Bawaslu tidak cukup hanya menguasai aspek administratif, tetapi juga harus mampu memimpin perubahan dan meningkatkan kualitas pelayanan publik,” tutur dia.

Ferdinand menjelaskan bahwa PKP Tahun 2026 menjadi bagian dari upaya penguatan kelembagaan Bawaslu dalam membangun sistem pengembangan kompetensi secara mandiri. Tahun ini, kata dia, PKP diikuti oleh 360 peserta yang terbagi dalam sembilan angkatan dan dilaksanakan melalui tiga gelombang pembelajaran. Gelombang II diselenggarakan dengan metode distance learning selama 105 jam pelajaran sehingga peserta tetap dapat menjalankan tugas kedinasan sekaligus mengikuti proses pengembangan kompetensi.

Editor: Bhakti 

Foto: Tangkapan Layar Zoom Meeting