Submitted by Bawaslu Kota on
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan di Masa Non-Tahapan Pemilu di Kota Madiun, Minggu (28/6/2026). Foto: Humas Bawaslu Kota Madiun


Kota Madiun, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Herwyn Malonda meminta pengawas pemilu untuk belajar, menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memperkuat kepercayaan publik. Menurutnya, hal tersebut merupakan fondasi utama dalam mewujudkan Bawaslu yang profesional, berintegritas, adaptif, dan dipercaya masyarakat.

“Pengawas pemilu tidak hanya bertugas mengawasi pelaksanaan pemilu, tetapi juga berperan sebagai penjaga demokrasi yang senantiasa menjunjung integritas dan terus mengembangkan kapasitas diri,” ucapnya dalam kegiatan Penguatan Kelembagaan di Masa Non-Tahapan Pemilu di Kota Madiun, Minggu (28/6/2026).

Koordinator divisi sumber daya manusia, diklat dan organisasi ini menambahkan, Bawaslu memiliki tujuh arah strategis penguatan kelembagaan. Yaitu, kata Herwyn, pembangunan budaya integritas, pengembangan Bawaslu sebagai organisasi pembelajar, peningkatan kualitas pencegahan, penguatan sinergi dan kolaborasi.

“Lalu ada pembentukan budaya kinerja, optimalisasi pemanfaatan teknologi, serta persiapan Pemilu 2029 yang dimulai sejak saat ini melalui penguatan SDM, sistem kerja, dan inovasi kelembagaan,” terangnya.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Bawaslu Provinsi Jawa Timur, A. Warits menegaskan, penguatan kelembagaan harus menjadi perhatian seluruh jajaran Bawaslu. Menurutnya, organisasi yang kuat tidak hanya ditopang oleh regulasi dan sistem kerja yang baik, tetapi juga oleh sumber daya manusia yang memiliki integritas, profesionalisme, serta kemampuan beradaptasi terhadap berbagai perkembangan, termasuk transformasi digital.

Ketua Bawaslu Kota Madiun, Wahyu Sesar Tri Sulistyo Nugroho menilai, penguatan kapasitas sumber daya manusia dan kelembagaan sebagai langkah strategis dalam menjaga kualitas pengawasan pemilu, meskipun saat ini berada pada masa non-tahapan. Menurutnya, masa non-tahapan merupakan momentum yang tepat untuk melakukan evaluasi, pembelajaran, dan peningkatan kualitas organisasi agar semakin siap menghadapi tahapan Pemilu dan Pemilihan yang akan datang.

Teks dan foto: Bawaslu Kota Madiun
Editor: Hendi Poernawan