Palu, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Deputi Bidang Administrasi Bawaslu La Bayoni menegaskan, jajaran sekretariat harus tetap optimal dan inovatif dalam memberikan dukungan kepada pimpinan, khususnya di tengah penerapan efisiensi anggaran. Sebab, penguatan peran sekretariat menjadi faktor penting dalam mendukung kinerja kelembagaan pengawasan pemilu.
“Jika anggaran minim, bukan berarti tidak membuat kegiatan, tetapi harus mampu berinovasi,” tegas La Bayoni dalam forum pembinaan kapasitas SDM yang menjadi bagian dari penguatan fungsi administratif dan tata kelola organisasi di lingkungan Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, di Kantor Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah, Rabu (1/4/2026).
Dia menegaskan, sekretariat memiliki peran strategis dalam mendukung pelaksanaan tugas pimpinan, sehingga harus mampu bekerja secara maksimal dalam berbagai kondisi. Menurutnya, keterbatasan anggaran tidak boleh menjadi penghambat dalam pelaksanaan kegiatan kelembagaan.
Melalui kegiatan pembinaan ini, diharapkan jajaran sekretariat Bawaslu di Sulawesi Tengah semakin optimal dalam memberikan dukungan administratif, serta mampu beradaptasi dan berinovasi guna mendukung penguatan tata kelola kelembagaan pengawasan pemilu.
Ia juga menjelaskan, seluruh mekanisme pengisian jabatan di lingkungan Bawaslu dilakukan sesuai ketentuan yang berlaku, sebagai bagian dari upaya menjaga profesionalitas dan tata kelola organisasi.
Kegiatan turut dihadiri Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda, serta didampingi Ketua dan Anggota Bawaslu Sulteng Nasrun dan Ivan Yudharta. Forum ini diikuti oleh Kepala Sekretariat Bawaslu Sulteng, serta Ketua dan Kepala/Kordinator Sekretariat Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi Sulawesi Tengah.
Penulis dan fotografer: Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah
Editor: Dey