Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Puadi meminta agar jajaran Bawaslu RI hingga Bawaslu Kabupaten/Kota mengencangkan penguatan partisipasi masyarakat. Tujuannya lanjut dia, sebelum pemilu di 2029 pelibatan masyarakat dalam ikut mengawasi dapat maksimal.
"Bisa dengan kursus singkat tentang pelaporan masyarakat, coaching clinic tentang penanganan pelanggaran. Namun sesuaikan edukasinya untuk kalangan mahasiswa/pelajar, pekerja, akademisi ataupun masyakarat itu sendiri," jelas Puadi saat menjadi narasumber pada Ngabuburit Pengawasan Bawaslu Kepulauan Riau, Jumat (6/3/2026).
Masyarakat menurutnya bisa juga dilibatkan dalam pembuatan aplikasi yang memudahkan masyarakat melaporkan adanya dugaan pelanggaran, pengawasan. Sehingga Puadi melihat langkah ini dapat menunjang kerja-kerja Bawaslu dilapangan.
"Sosialisasi terkait data dan informasi hasil pengawasan pemilu yang di miliki oleh Pusdatin, bisa dipakai kampus sebagai bahan riset, penelitian jadi tidak berhenti di kita. Tapi berpengaruh sampai kehidupan masyarakat," katanya.
Dengan memperkuat partisipasi, lanjut Puadi, kita tidak hanya memperkuat Bawaslu sebagai institusi, tetapi juga memperkuat fondasi demokrasi bangsa, membangun modal sosial, dan memastikan bahwa ruang publik tetap sehat untuk generasi yang akan datang.
"Mari jadikan momen pasca pemilu ini bukan akhir, melainkan awal baru untuk membangun budaya pengawasan yang partisipatif, inklusif, dan berkelanjutan. Sehingga tidak hanya dapat pemimpin yang berkualitas, tetapi juga masyarakat madani yang kuat dan berdaulat," jelas dia.
Editor: Hendi Poernawan
Foto: Tangkapan Layar Zoom