Dikirim oleh Robi Ardianto pada
Anggota Bawaslu Lolly Suhenty saat membuka Peningkatan Kompetensi Pengelola Data IKP secara daring, Senin (26/10/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum- Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menegaskan di IKP enumerator (pengelola data) tidak hanya sebagai petugas pengumpul data atau surveyor. Lebih dari itu, kata dia, enumerator menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam menjaga kualitas informasi kerawanan pemilu yang masuk.

Alasannya, kata dia, metodologi yang baik harus ditopang oleh data yang berkualitas. data yang berkualitas, kata dia, dijaga oleh enumerator yang kompeten.

"Selamat menjadi enumerator yang kompeten itu demi kemajuan demokrasi kita. Kalianlah yang akan ada di garis terdepan untuk proses IKP yang sedang kita pastikan pengelolaannya jauh lebih baik, kita pastikan substansinya jauh lebih tepat, kita pastikan indikatornya akurat, sehingga datanya kemudian bisa dipertanggungjawabkan," katanya saat membuka Peningkatan Kompetensi Pengelola Data IKP secara daring, Senin (26/10/2026).

Dalam kesempatan itu, Lolly menekankan tiga hal. Pertama, kata dia, keseragaman pemahaman indikator dan metode pengumpulan data. Menurutnya, indikator yang sama harus dipahami dengan definisi yang sama, dicatat dengan ketentuan yang sama, dan diukur menggunakan standar yang sama.

Kedua, kata dia, menjaga integritas, akurasi, dan keterlacakan data. Menurutnya, integritas data terkait dengan kemurnian dan objektivitas data.

Dia berharap forum ini dapat membedakan fakta, informasi yang belum terverifikasi, dan persepsi narasumber. Hal tersebut, kata dia, guna menjaga integritas, akurasi, dan keterlacakan data.

Ketiga, lanjut dia, menempatkan kualitas data sebagai bagian dari tanggung jawab pencegahan. Alasannya, setiap data merupakan sinyal adanya kerawanan yang harus dimitigasi.

"Begitu ada kerawanan, berarti ada upaya mitigasi. Karena itu, setiap data, itu memiliki potensi antisipasi pencegahan ataupun fokus pengawasan," katanya.

Editor: ⁨⁠R⁠e⁠y⁠n⁠ ⁠G⁠l⁠o⁠r⁠i⁠a⁠⁩