Dikirim oleh Hendi Purnawan pada
Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda saat membuka kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu di Kota Bogor, Kamis, (24/9/2026).

Bogor, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn JH Malonda mendorong tim humas untuk merespon cepat hoaks dan isu negatif yang beredar di media sosial. Hal tersebut, sambungnya, dilakukan agar informasi yang diragukan kebenarannya tidak dipersepsikan sebagai kebenaran oleh publik.

“Isu liar di media sosial jangan dibiarkan terlalu lama. Karena bisa berimbas negatif terhadap citra lembaga di mata masyarakat dan stakeholder,” ucapnya saat membuka kegiatan Refleksi dan Transformasi Kehumasan Bawaslu di Kota Bogor, Kamis, (24/9/2026).

Herwyn menyoroti humas harus menggunakan bahasa yang mudah dipahami dan sederhana, bukan memakai bahasa yang terlalu kaku. Menurutnya, penggunaan bahasa menjadi penting dalam menyampaikan pesan kepada masyarakat maupun pemilih.

“Bahasa yang ditulis dan dipublikasikan harus sederhana agar mudah dicerna oleh masyarakat luas. Humas harus bisa menyesuaikan sasaran audiensi yang akan dituju,” tegasnya.

Herwyn juga menekankan pentingnya pemanfaatan berbagai platform media sosial secara optimal dan variatif. Dia berpendapat karakter pengakses media sosial saat ini sangat beragam, mulai dari generasi muda hingga kelompok masyarakat lanjut usia, sehingga bentuk konten yang disajikan pun tidak boleh seragam.

“Humas Bawaslu tidak boleh hanya mengandalkan siaran pers tertulis formal. Pembuatan konten berbasis audio-visual, infografis yang menarik, hingga video singkat yang edukatif harus diperbanyak agar pesan-pesan pengawasan pemilu dapat menjangkau seluruh lapisan segmen pemilih,” tambahnya.

Selain responsivitas dan variasi konten, Herwyn mengingatkan pentingnya kolaborasi internal serta penguatan kapasitas tim kehumasan hingga tingkat daerah. Dia melihat pemantauan isu negatif tidak bisa hanya dibebankan pada Bawaslu RI, melainkan membutuhkan sinergi dan kewaspadaan kolektif di seluruh jajaran Bawaslu provinsi dan kabupaten/kota.

Melalui kegiatan refleksi dan transformasi ini, Herwyn berharap kehumasan Bawaslu dapat terus beradaptasi dengan dinamika teknologi informasi, dengan pengelolaan media sosial yang responsif, transparan, dan komunikatif, Bawaslu, tambah Herwyn, optimistis dapat menjaga kepercayaan publik serta menciptakan iklim kehumasan yang sehat menjelang gelaran pemilu mendatang

Editor: Reyn Gloria
Foto: Hendi Poer