Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menegaskan pentingnya kecermatan dan kehati-hatian seluruh jajaran dalam menyisir isu data pemilih. Menurutnya, pemutakhiran data pemilih merupakan salah satu dimensi baru yang memiliki tingkat kerumitan tinggi dalam penyusunan Indeks Kerawanan Pemilu (IKP).
“Isu data pemilih masuk ke IKP ini adalah isu yang baru. Karena isu baru, maka butuh kecermatan, ketelitian, dan kedalaman dari sahabat-sahabat sekalian untuk menggali masalah-masalah yang mungkin muncul saat data pemilih ini kita godok bersama,” ujar Lolly dalam paparannya di Penyusunan Kerangka Pemetaan Kerawanan Isu Strategis Pemutakhiran Data Pemilih Berkelanjutan (PDPB) di Jakarta. Senin (10/8/2026).
Lanjut Lolly, ia menjelaskan setidaknya ada empat tantangan utama dalam tata kelola data pemilih yang menjadi alasan kuat mengapa fokus ini harus masuk dalam radar kerawanan IKP.
"Kerumitan tata kelola data pemilih dipicu oleh empat tantangan utama yaitu sumber data yang tidak tunggal akibat dinamika pemilih, perbedaan metodologi pemutakhiran antar-instansi, sistem yang belum terintegrasi secara utuh, serta risiko berulangnya masalah data lama meski telah dibersihkan pada periode sebelumnya." ungkap Lolly.
Lolly mengingatkan agar esensi dari pemutakhiran data pemilih berkelanjutan tidak kehilangan makna akibat sekadar melakukan perbaikan berulang pada masalah yang sama.
“Sesuai amanat putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 102 Tahun 2009, tidak boleh ada warga negara yang menghadapi tantangan, kesulitan, atau hambatan prosedural untuk menunaikan hak pilihnya. Di sinilah peran IKP untuk memetakan dan mengantisipasi kerawanan tersebut,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Lolly juga menekankan komitmen Bawaslu terhadap kualitas penyelenggaraan kegiatan, termasuk keterwakilan perempuan. Ia menginstruksikan seluruh jajaran dan Tenaga Ahli (TA) agar senantiasa memperhatikan komposisi narasumber yang berkeadilan gender minimal 30 persen keterwakilan perempuan di setiap forum Bawaslu.
Editor: Reyn Gloria
Foto: Jaka Fajar