• English
  • Bahasa Indonesia

Ormas dan Parpol Dapat Bersinergi

Jakarta, Badan Pengawas Pemilu – Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) dinilai sangat penting dalam membangun demokrasi di Indonesia, terutama dalam rangka mengawasi kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh pemerintah.  Namun, perannya selama ini masih bersifat parsial.

“OMS sebenarnya belum memiliki grand design tujuannya dalam membangun bangsa ini ke depan. Mereka hanya bersifat menyarankan dan memberi masukan terhadap kebijakan yang parsial,” ujar Dosen Politik Universitas Indonesia (UI), Aditya Perdana, saat menjadi narasumber dalam Konferensi Nasional Ilmu Politik, yang diselenggarakan oleh FISIP UI, di Depok, Senin (25/8).

Menurutnya, hal tersebut terjadi karena OMS memiliki keterbatasan sekaligus menjadi suatu keuntungan, yakni hanya memberikan masukan dan menyarankan dalam proses legislasi dan juga mengkritik kebijakan. Keuntungannya, OMS tetap terpisah dari negara dan independen.

Dia juga mengatakan bahwa sejak Pemilu tahun 2004, partai politik cenderung membutuhkan figur-figur yang ingin bekerja keras dan menaikkan citra partai di mata publik. Aktivisi dari OMS menjadi salah satu opsi yang masuk akal untuk direkrut.

“Para aktivis pun mulai berpikir bagaimana untuk menjalankan tujuannya agar lebih efektif yakni dengan masuk dalam bagian parpol,” tuturnya.

Hal senada disampaikan oleh Riaty Raffiudin, Dosen Politik UI. Menurutnya, kebijakan-kebijakan dalam legislasi yang berhasil seperti keterwakilan perempuan, pluralisme, BPJS dan sebagainya tidak akan bisa terealisasi dengan kerja OMS secara sendirian. Mereka membutuhkan lembaga formal terhadap advokasi yang mereka perjuangkan.

“Transformasi aktivis yang  menjadi aktor di parpol memberikan peluang lahirnya aktor politik yang kritis. Oleh karena itu, sinergi parpol dengan OMS harus dilakukan dengan cara-cara yang lebih efektif seperti ini,” ungkapnya.

OMS dan Parpol, tambah Riaty, adalah dua institusi yang secara sadar memiliki kekurangan masing-masing. Oleh karena itu, dua elemen itu akan sangat membutuhkan dan melengkapi dan bukan saling ingin menggantikan satu sama lain.

 

Penulis             : Falcao Silaban

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Helpdesk Keuangan

SIPS

SAKIP

Sipeka Bawaslu

SIPP Bawaslu

Simpeg Bawaslu

e-Announcement LHKPN

Agenda Bawaslu

Waktu:
Kamis, 17 September 2020 WIB
Tempat :
Daring Komisi Nasional Hak Asasi <Manusia
Waktu:
Senin, 7 September 2020 WIB
Tempat :
Daring CNN Indonesia
Waktu:
Senin, 7 September 2020 WIB
Tempat :
Lantai 4 Bawaslu

Video Bawaslu

newSIPS 2019
newSIPS 2019

Mars Bawaslu

Mars Pengawas PEMILU +text
Mars Pengawas PEMILU +text

Zona Integritas Bawaslu