• English
  • Bahasa Indonesia

Bawaslu Targetkan Laporan Keuangan Berpredikat WTP

Jakarta, Badan Pengawas Pemilu - Sekjen Bawaslu RI, Gunawan Suswantoro menargetkan laporan keuangan Bawaslu RI Tahun 2014 mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Hal ini disampaikan saat bertemu dengan seluruh  Kepala Sekretariat, operator SAKPA dan operator SIMAK-BMN Bawaslu Provinsi pada kegiatan Konsolidasi Penyusunan dan Reviu Laporan Keuangan Bawaslu RI Tahun 2014, di Jakarta, Kamis (5/2).

Kegiatan ini dilaksanakan dengan sasaran memperoleh keyakinan bahwa laporan keuangan Bawaslu telah sesuai dengan SAI, disajikan sesuai dengan SAP dan diharapkan dapat meningkatkan kualitas laporan keuangan Bawaslu.

Nantinya, Pengawasan Internal (PI) Bawaslu RI akan ikut mendampingi dalam menyusun laporan keuangan. Ini dimaksudkan untuk memastikan bahwa laporan keuangan yang di buat benar-benar tertib.

 “Bawaslu RI telah merancang kegiatan ini sejak beberapa minggu lalu. Reviu laporan keuangan ini sudah diantisipasi sebelum Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) melakukan pemeriksaan laporan keuangan ke kantor Bawaslu,” ujarnya.

Gunawan menambahkan, sesuai surat dari Kementerian Keuangan, bahwa laporan keuangan wajib disetorkan paling lambat pada tanggal 28 Februari 2015. Menurutnya, masih ada waktu bekerja keras untuk menghasilkan laporan keuangan semaksimal mungkin.

“Saya yakin dengan bekerja keras akan membuahkan hasil yang lebih baik,” tambahnya.

Selain itu, Laporan yang akan dinilai oleh BPK bukan hanya laporan aktual tetapi juga SIMAK-BMN. Kepada jajarannya dia menegaskan, agar lebih cermat dalam menyelesaikan laporan keuangan ini.

 “Jangan sampai karena ketidakcermatan dalam membuat laporan ini, menjadi masalah dan menghambat target untuk mencapai laporan keuangan yang WTP,” tegasnya.

Hal serupa disampaikan Ketua Bawaslu RI, Muhammad. Dia mengatakan, untuk mencapai target laporan keuangan Bawaslu WTP, agar memperhatikan 5 (lima) prinsip kerja.

Prinsip kerja tersebut yaitu, kerja tulus dengan niat yang baik, kerja serius dengan mencintai pekerjaan itu, kerja yang cerdas dengan berusaha menjadi yang terbaik, kerja keras berusaha untuk menjadi bintang, dan kerja sama yaitu mesti saling tolong menolong.

“Jika laporan keuangan Bawaslu WTP, pastinya karena 5 prinsip kerja tersebut”, ujarnya.

Muhammad menambahkan, setiap tahun Kementerian Keuangan akan mengundang Ketua Lembaga dan seluruh Pimpinan Departemen dalam sebuah acara resmi. Kegiatan ini diibaratkan penerimaan raport laporan keuangan seluruh Lembaga dan  Departemen baik yang mendapatkan raport nilai A, B dan C.

“Di dunia saja sudah dibedakan antara yang mendapatkan nilai A atau WTP dengan yang masih ada catatan atau koreksi. Lembaga dan departemen yang mendapatkan laporan keuangan WTP akan dijemput di pintu depan, diantar dan diarahkan pada posisi di sebelah kanan. Sedangkan selebihnya di arahkan pada posisi di sebelah kiri,” jelasnya.

Selain itu, Muhammad menyakini, bahwa perencanaan yang baik adalah 50 % (persen) dari sebuah keberhasilan.

“Sesuai target, saya berharap pada saat penerimaan rapor laporan keuangan Bawaslu nanti bisa duduk di posisi sebelah kanan,” kata Muhammad.

 

Penulis                 : Muhtar

Editor                    : Falcao Silaban

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Agenda Bawaslu

Waktu:
Kamis, 31 Januari 2019 - 10:30 WIB
Tempat :
Jakarta, Senayan.
Waktu:
Jumat, 8 Februari 2019 - 09:00 WIB
Tempat :
Jakarta
Waktu:
Kamis, 7 Februari 2019 - 09:00 WIB
Tempat :
Jakarta
Waktu:
Rabu, 6 Februari 2019 - 09:00 WIB
Tempat :
Jakarta
Waktu:
Minggu, 3 Februari 2019 - 09:00 WIB
Tempat :
Jakarta

Video Bawaslu

Harapan Tokoh Lintas Agama untuk PEMILU 2019
Harapan Tokoh Lintas Agama untuk PEMILU 2019