• English
  • Bahasa Indonesia

Bawaslu Rekrut Relawan Pengawas Pemilu dari 2 SMA di Yogyakarta

Yogyakarta, Bawaslu – Proses pengawasan Pemilu bukan hanya menjadi tanggung jawan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), tapi juga seluruh komponen bangsa. Karena itu, Bawaslu melibatkan masyarakat untuk berpartisipasi dalam mengawasi tahapan Pemilu 2014. Pemilih pemula merupakan potensi yang akan direkrut dalam gerakan sejuta relawan pengawas Pemilu. Semakin banyak orang yang ikut mengawasi Pemilu ini, maka hasilnya akan lebih baik.

Demikian disampaikan Pimpinan Bawaslu, Nasrullah ketika memberikan arahan pada kegiatan sosialisasi gerakan sejuta relawan pengawas Pemilu di Yogyakarta, Sabtu (1/1). Kegiatan ini dilaksanakan di hari yang sama pada dua sekolah yang berbeda yaitu SMAN 3 Yogyarakta dan SMAN 1 Yogyakarta. Peserta kegiatan ini adalah siswa-siswi yang telah terdaftar sebagai pemilih. Usia mereka telah cukup umur 17 tahun pada tanggal 9 April 2014 mendatang.

“Pada Pemilu sebelumnya, pemilih pemula belum pernah dilibatkan secara langsung dalam proses pengawasan tahapan Pemilu. Karena itu, dengan melibatkan pemilih pemula dalam proses pengawasan Pemilu ini, tentu saja akan meningkatkan kualitas Pemilu di Indonesia,” kata Nasrullah.

Dalam kegiatan sosialisasi tersebut, Bawaslu telah merekrut 400 orang pemilih pemula sebagai relawan pengawas Pemilu. Pada kesempatan itu, mereka diangkat menjadi Duta Bawaslu, dan nantinya akan mendapatkan ID Card serta Sertifikat yang ditandatangani Ketua Bawaslu, Dr. Muhammad,S.IP.,M.Si.

Susilawati, Wakil Kepala SMAN 3 Yogyakarta ini menyambut baik kegiatan yang digelar Bawaslu. Ia mengakui, siswa-siswi dari sekolah tersebut yang telah memiliki hak pilih membutuhkan informasi seputar Pemilu. Bahkan, dengan kegiatan ini, mereka sangat antusias menjadi relawan pengawas Pemilu. “Acara seperti ini sudah lama kami tunggu,” ujarnya.

Di hadapan ratusan siswa-siswa SMA itu, Nasrullah menjelaskan arti penting Pemilu. Sebelum ada Pemilu, elit politik merebut kekuasaan dengan cara kekerasan. Karena itu, cara yang paling baik untuk merebut kekuasaan serta terhormat hanya melalui Pemilu. Kalau kita menginginkan Pemilu yang jujur, adil, transparan, dan berkualitas, maka seluruh masyarakat harus menjadi bagian terpenting dari proses Pemilu.

Pemilu, kata Nasrullah, adalah milik semua orang, bukan milik penyelenggara Pemilu dan parpol. Semua warga negara, tanpa mengenal status sosialnya harus memberikan partisipasinya. Karena itu, Bawaslu hadir di sekolah-sekolah untuk mengajak siswa-siswi bergabung dalam gerakan sejuta relawan pengawas Pemilu.

Mereka yang direkrut sebagai relawan pengawas Pemilu diprioritaskan bagi kalangan pelajar dan mahasiswa. Namun, masyarakat umum juga bisa berpartisipasi dalam gerakan sejuta relawan pengawas Pemilu. Semakin banyak orang yang mengawasi proses dan tahapan Pemilu, maka semakin kecil kecurangan yang akan terjadi.

Turut menyertai Pimpinan Bawaslu, Nasrullah dan Endang Wihdatiningtyas dalam kunjungan ke sekolah itu, masing-masing Ketua Bawaslu Provinsi DIY, Mohammad Najib, serta Koordinator dan anggota Pokjanas Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu. *** (hms/rs/sap)

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Helpdesk Keuangan

SIPS

SAKIP

Sipeka Bawaslu

SIPP Bawaslu

Simpeg Bawaslu

e-Announcement LHKPN

Agenda Bawaslu

Waktu:
Kamis, 17 September 2020 WIB
Tempat :
Daring Komisi Nasional Hak Asasi <Manusia
Waktu:
Senin, 7 September 2020 WIB
Tempat :
Daring CNN Indonesia
Waktu:
Senin, 7 September 2020 WIB
Tempat :
Lantai 4 Bawaslu

Video Bawaslu

newSIPS 2019
newSIPS 2019

Mars Bawaslu

Mars Pengawas PEMILU +text
Mars Pengawas PEMILU +text

Zona Integritas Bawaslu