Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Totok Haryono mengingatkan jajaran Bawaslu untuk menjalankan tugas secara profesional dan berpegang pada pakta integritas. Ia mengajak seluruh aparatur membebaskan diri dari ambisi jabatan, kekuasaan, dan kepentingan pribadi dalam menjalankan tugas sebagai pelayan publik.
“Terima kasih saya sampaikan karena ada leluhur dan pahlawan kita yang telah berjuang demi perbaikan bangsa. Hari ini kita menempatkan posisi kita untuk merenungkan kembali nilai-nilai Pancasila,” ujar Totok saat menjadi pembina Upacara Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di halaman Gedung Bawaslu, Jakarta, Kamis (1/10/2026).
Dalam amanatnya, Totok mengajak ASN dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) di lingkungan Bawaslu memaknai kesaktian Pancasila melalui pengamalan nilai-nilainya dalam pelaksanaan tugas sehari-hari.
“Pancasila itu tidak sakti dengan sendirinya, Pancasila adalah teks. Yang membuat sakti adalah kita, manusia yang mengamalkan nilai-nilainya. Merdeka dari penjajahan hari ini artinya membebaskan diri kita dari jajahan ambisi jabatan, kekuasaan, dan uang yang tidak jelas,” tegas Totok.
Totok juga mengingatkan seluruh pegawai untuk memegang pakta integritas yang telah ditandatangani saat dilantik sebagai pelayan publik. Ia meminta jajaran menjalankan tugas sesuai tanggung jawab, aturan, dan hak yang diterima, tanpa menghalalkan berbagai cara demi mempertahankan atau mengejar posisi.
“Ayo kita bebaskan diri sesuai pakta integritas yang sudah kita tanda tangani. Bekerja saja secara profesional sesuai bayaran dan aturan yang diterima. Tidak perlu menjilat atau menghalalkan segala cara demi mempertahankan atau mengejar posisi,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan jajaran Bawaslu untuk menjaga integritas dalam bekerja, termasuk memastikan penghasilan yang diterima berasal dari pekerjaan yang dijalankan sesuai aturan. Menurutnya, jabatan dan fasilitas yang lebih tinggi juga membawa tanggung jawab yang semakin besar.
“Yang terpenting adalah rezeki yang kita bawa pulang untuk anak dan istri itu halal. Tidak perlu cemburu dengan orang lain. Bekerja biasa-biasa saja sesuai tanggung jawab, karena semakin tinggi jabatan dan fasilitas, pertanggungjawabannya di hadapan Tuhan akan jauh lebih panjang,” tutur Totok.
Di akhir amanatnya, Totok mengingatkan seluruh jajaran pengawas pemilu untuk berpedoman pada regulasi dalam menjalankan tugas.
“Semoga Tuhan membolak-balikkan hati kita untuk selalu bekerja sesuai dengan kehendaknya yaitu kehendak aturan, bukan kehendak atasan,” pungkas Totok.
Foto: Jaka Fajar
Editor: Nofiar