Dikirim oleh deytri aritonang pada

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menegaskan media sosial (medsos) Bawaslu tidak boleh hanya menjadi ruang untuk menyampaikan informasi kepada publik. Dia menegaskan medsos harus menjadi ruang untuk mendengar, membaca respons masyarakat, serta menangkap pertanyaan dan kritik publik sebagai bahan evaluasi dan edukasi.

Dikirim oleh Ranap Tumpal HS pada




Purwakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum -  Anggota Bawaslu Lolly Suhenty menjabarkan angka pengawasan partisipatif dari aduan dugaan pelanggaran pemilu dari masyarakat hingga hari ke-22 tahapan kampanye mencapai 31%. Angka ini menurutnya merupakan capaian tertinggi sepanjang sejarah penyelenggaraan pemilu di Indonesia.

Berlangganan Lolly