• English
  • Bahasa Indonesia

Bawaslu Perkuat Pemantauan Calon Tunggal Pilkada Serentak 2018

Pasuruan, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Munculnya calon tunggal dalam Pilkada Serentak 2018 menjadi tantangan bagi pengawas pemilu. Para pengawas sangat diperlukan di daerah yang menyelenggarakan pilkada dengan calon tunggal. Sebab, untuk daerah tersebut hanya pengawas pemilu dan pemantau yang terakreditasi yang bisa menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK) saat terjadi kecurangan. "Lembaga masyarakat (civil society) itu mempunyai kedudukan yang sangat kuat, yaitu punya legal standing, punya posisi hukum, ketika nanti kalau punya keinginan melakukan gugatan terhadap hasil suara," ujar tenaga ahli Bawaslu Masykuruddin Hafidz saat menjadi moderator dalam kegiatan Sosialisasi Penguatan Pemantau Pemilu Pilkada Calon Tunggal di Kabupaten Pasuruan, Senin (16/4/2018).

Menurut data Bawaslu, dari 171 daerah yang menyelenggarakan Pilkada pada 2018 terdapat 14 daerah yang mengusung calon tunggal. Anggota Bawaslu Fritz Edward Siregar memaparkan, ada empat faktor penyebab terjadinya calon tunggal; pertama, hanya terdapat satu pasangan setelah dilakukan penundaan sampai berakhirnya masa perpanjangan pendaftaran. Kedua, hasil penelitian hanya satu pasangan calon yang memenuhi syarat. Ketiga, terdapat pasangan calon yang berhalangan tetap dan pasangan calon pengganti yang diusulkan partai politik tidak memenuhi syarat. Keempat, terdapat pasangan calon yang dikenakan sanksi pembatalan.

Dalam paparannya Fritz menyampaikan, ada empat kemungkinan pembatalan calon kepala daerah; mahar politik, penggantian mutasi jabatan 6 bulan sebelum proses pencalonan sampai akhir masa jabatan tanpa persetujuan Menteri Dalam Negeri, money politic, dan penerimaan dana kampanye dari sumber yang tidak jelas. Dari keempat hal di atas, hanya mahar politik yang diputuskan melalui proses pengadilan. Selain mahar politik adalah menjadi wewenang Badan Pengawas Pemilu untuk memutuskannya.

Strategi yang dilakukan Bawaslu dalam penguatan pengawasan pilkada calon tunggal adalah memaksimalkan partisipasi masyarakat, berkoordinasi dengan lembaga pemantau pemilu, serta melakukan pengawasan setiap tahapan dan penindakan atas terjadinya dugaan pelanggaran. Untuk menjalankan strategi ini Bawaslu menggelar sosialisasi secara marathon dari tanggal 13 - 24 April 2018 di 14 daerah yang menyelenggarakan pilkada dengan calon tunggal. Keempat belas daerah itu adalah :

1. Kabupaten Lebak
2. Kabupaten Padang Lawas Utara
3. Kota Prabumulih
4. Kota Tangerang
5. Kabupaten Tangerang
6. Kabupaten Enrekang
7. Kabupaten Bone
8. Kabupaten Pasuruan
9. Kabupaten Minahasa Tenggara
10. Kabupaten Tapin
11. Kabupaten Mamasa
12. Kabupaten Puncak
13. Kabupaten Jayawijaya
14. Kabupaten Membramo Tengah

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Agenda Bawaslu

Waktu:
Rabu, 2 Mei 2018 - 09:00 WIB
Tempat :
Jakarta
Waktu:
Kamis, 19 April 2018 - 19:00 WIB
Tempat :
Mercure Ancol - Jakarta
Waktu:
Sabtu, 21 April 2018 - 07:30 WIB
Tempat :
Hotel Mercure Ancol Convention Centre
Waktu:
Senin, 16 April 2018 - 19:30 WIB
Tempat :
Hotel Prime Park Bandung

Video Bawaslu

Mars Pengawas Pemilu
Mars Pengawas Pemilu