Submitted by Bawaslu Provinsi on
Anggota Bawaslu Herwyn dalam sambutannya di Kegiatan Forum Diskusi Evaluasi Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 dan Integrasi E-Monev CERMAT bagi jajaran Bawaslu kabupaten/kota Kalimantan Barat

Pontianak, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Anggota Bawaslu Herwyn J.H. Malonda menegaskan peningkatan kinerja lembaga pengawas pemilu tidak boleh hanya berhenti pada pencapaian target administratif. Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) Tahun 2026 harus mampu menghasilkan perubahan nyata yang manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Penegasan tersebut disampaikan Herwyn dalam Forum Diskusi Evaluasi Implementasi Indikator Kinerja Utama (IKU) 2026 dan Integrasi E-Monev CERMAT bagi jajaran Bawaslu kabupaten/kota yang dilaksanakan secara Hybrid melalui Zoom Meeting di Pontianak, Kalimantan Barat. Rabu (14/10/2026).

Lanjut Herwyn, keberhasilan sebuah lembaga tidak hanya diukur dari banyaknya kegiatan atau laporan yang diselesaikan. Menurutnya, tolok ukur utama keberhasilan terletak pada sejauh mana program tersebut berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pelayanan, penguatan kelembagaan, dan efektivitas pengawasan pemilu.

Hal ini menjadi penting mengingat Bawaslu memiliki posisi strategis dalam menjaga kualitas demokrasi Indonesia. Karena itu, setiap program dan kebijakan kelembagaan harus didukung oleh indikator kinerja yang jelas, terukur, dan berorientasi pada hasil dan dampak.

Herwyn menekankan salah satu fondasi utama dalam membangun lembaga yang kuat adalah tersedianya sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas, profesional, dan mampu menjawab tantangan organisasi.

"Untuk menjadi lembaga yang kuat, tentu harus didukung oleh sumber daya, khususnya sumber daya manusia. Bawaslu memiliki posisi yang strategis dalam menjaga kualitas demokrasi di Indonesia," ujar Herwyn.

Ia menjelaskan, penguatan tata kelola kelembagaan harus mampu mendorong perubahan dari aktivitas rutin organisasi menuju sistem kerja yang lebih terarah, terukur, efektif, dan berdampak.

Dengan demikian, indikator kinerja tidak hanya menjadi instrumen penilaian internal, tetapi juga berfungsi sebagai dasar untuk mengevaluasi keberhasilan program sekaligus menentukan langkah perbaikan ke depan.

Kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, yakni Arif Nur Alam, Rafih Sri Wulandari, Jojo Rohi, Jefri Ardiansyah, dan Irena Tangkawarow.

Kehadiran para narasumber menjadi bagian dari forum pembahasan mengenai implementasi IKU 2026, penguatan tata kelola, serta integrasi sistem monitoring dan evaluasi kinerja kelembagaan.