• English
  • Bahasa Indonesia

Bawaslu Tegaskan Tidak Intervensi Isi Ceramah

Gorontalo, Badan Pengawas Pemilihan Umum– Anggota Bawaslu RI Mochammad Afifuddin menegaskan, Bawaslu tidak bermaksud mengintervensi isi ceramah yang beberapa minggu terakhir menjadi isu yang berkembang di masyarakat.

Afif menjelaskan, Bawaslu meminta bantuan kepada para tokoh agama untuk bersama-sama menyosialisasikan apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dalam Pemilu. "Hal ini untuk memberikan pencerdasan kepada masyarakat. Karena kami meyakini, ceramah menjadi sarana efektif untuk sosialisasi kepada masyarakat," jelas Afif dalam acara Rapat Kegiatan Koordinasi Pengawasan Tahapan Penyelenggaraan Pemilihan Bupati/Walikota Tahun 2018 dan Pemilihan Umum Tahun 2019 Bersama Stakeholder di Provinsi Gorontalo, Sabtu (24/2/2018).

Bawaslu, sambung Afif, bermaksud mengajak banyak pihak untuk turut menyosialisasikan tentang pengawasan Pemilu. Bawaslu menilai, tokoh agama dari berbagai agama adalah aktor yang penting, baik itu kyai, pendeta atau tuan guru. "Karena tokoh agama ini adalah orang-orang yang didengar suaranya oleh jamaah. Bawaslu ingin mengajak para tokoh agama untuk menyosialisasikan dan mengajak jamaahnya dalam menggunakan hak pilih, ” sambungnya.

Jadi, tegas Afif, tidak ada sama sekali keinginan Bawaslu untuk mengatur materi ceramah. "Kami juga mempertimbangkan tahapan kampanye juga berlangsung di bulan puasa. Kami mengantisipasi agar praktek-praktek keagamaan tidak dikotori dengan praktek-praktek yang dilarang dalam Pemilu," pungkasnya.

Penulis/Foto: Baguz

Share

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Agenda Bawaslu

Waktu:
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:00 WIB
Tempat :
Bogor
Waktu:
Rabu, 11 Juli 2018 - 14:00 WIB
Tempat :
Bogor
Waktu:
Selasa, 26 Juni 2018 - 09:00 WIB
Tempat :
Merlynn Park Hotel - Jakarta
Waktu:
Rabu, 2 Mei 2018 - 09:00 WIB
Tempat :
Jakarta

Video Bawaslu

Mars Pengawas Pemilu
Mars Pengawas Pemilu