Dikirim oleh Jaka Fajar pada
Ketua Bawaslu Rahmat Bagja (kiri) saat Penandatanganan Nota Kesepahaman Bawaslu dan Pemuda LIRA di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum - Ketua Bawaslu Rahmat Bagja menandatangani nota kesepahaman dengan Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) untuk memperkuat pengawasan partisipatif masyarakat menjelang tahapan Pemilu 2029.

“Sebagai sesama aktivis, kita bisa berkolaborasi di berbagai lini pengawasan. Semakin banyak partisipasi dan kritik masyarakat, kualitas demokrasi akan semakin baik guna mencegah kemunduran demokrasi,” ungkap Bagja dalam Penandatanganan Nota Kesepahaman Bawaslu dan Pemuda LIRA di Jakarta, Jumat (7/8/2026).

Bagja juga menekankan pentingnya memperkuat pengawasan partisipatif pada segmen strategis melalui program keberlanjutan Perempuan Berjaya Mengawasi agar kelompok perempuan dapat berperan lebih optimal dalam mengawal pemilu.

“Dengan semakin banyak elemen masyarakat yang mengawasi, tahapan pemilu mendatang yang dimulai 20 bulan sebelum hari pemungutan suara akan berjalan jauh lebih baik,” tutur Bagja.

Kerja sama ini diarahkan pada aksi nyata hingga ke 27 cabang daerah dan akan diukur melalui Indeks Sinergi Utama sebagai instrumen untuk menilai efektivitas kolaborasi seluruh jajaran.

“Sinergi ini bukan sekadar di atas kertas, tetapi harus diwujudkan di 27 cabang sebagai prestasi bersama demi kemajuan pengawasan pemilu,” ujar Bagja.

Mengakhiri arahannya, Bagja mengapresiasi kesiapan DPP Pemuda LIRA dalam mewujudkan pemilu yang berintegritas, adil, dan transparan.

Penandatanganan nota kesepahaman tersebut dihadiri jajaran pimpinan Bawaslu, Pejabat Utama, Inspektur Utama, Tenaga Ahli, serta pengurus DPP Pemuda LIRA.

Foto: Jaka Fajar Nugraha

Editor: Nofiar