Jakarta, Badan Pengawas Pemilihan Umum – Deputi Bidang Dukungan Teknis Bawaslu Yusti Erlina mengatakan, saat ini Bawaslu tengah mengupayakan pengawasan berbasis digital. Hal ini, kata Yusti, merupakan salah satu langkah Bawaslu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.
“Model pengawasan berbasis digital harus terus dikembangkan. Kita tidak bisa menggunakan metode yang sama untuk beberapa masa mendatang,” katanya saat menjadi pembina apel di Gedung Bawaslu, Senin, (20/4/2026).
Dikatakan Yusti, untuk mewujudkan rencana tersebut membutuhkan waktu yang cukup panjang. Menurutnya, dibutuhkan sinergi antar divisi di dalam tubuh Bawaslu dan beberapa stakeholder terkait.
“Bahkan ada Lembaga yang membutuhkan waktu lebih dari sepuluh tahun untuk membangun sistem digital. Semoga Bawaslu bisa membangun digitalisasi lebih cepat dan bisa menerapkan sistem dengan baik,” ungkapnya.
Yusti menambahkan, dalam upaya meningkatkan efektivitas kerja di tengah dinamika pengawasan pemilu, Bawaslu sedang mematangkan rancangan tata kelola kerja fleksibel atau Work From Home (WFH) yang berbasis pada capaian kinerja terukur. Menurutnya, penerapan WFH di lingkungan Bawaslu bukan sekadar kebijakan kehadiran, melainkan transformasi cara pandang dalam bekerja.
"Kami sedang menyusun panduan penerapan WFH yang benar-benar mengacu pada hasil kerja nyata. Kuncinya adalah pada Open Management System yang akan kita bangun. Dalam sistem ini, mekanisme pengambilan keputusan, distribusi tugas, hingga evaluasi capaian akan terlihat secara transparan," ucap Yusti.
Editor: Reyn Gloria
Foto: Hendi Poer