• English
  • Bahasa Indonesia

Berita

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Selasa, 15 April 2014 - 05:47 WIB
Dilihat : 1,359 kali

altJakarta, Badan Pengawas Pemilu– Badan Pengawas Pemilu menerima hasil laporan terkait proses Pemungutan dan  Perhitungan Surat Suara dan Pemilihan Umum Legislatif Tahun 2014. Laporan tersebut di serahkan langsung oleh  Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) dan Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) di Media Center Bawaslu, Jakarta,Senin (14/3).

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Senin, 14 April 2014 - 14:40 WIB
Dilihat : 1,160 kali

altJakarta, Badan Pengawas Pemilu – Badan Pengawas Pemilu meminta penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu), peserta Pemilu, media massa dan masyarakat  untuk bersama-sama mengawal proses rekapitulasi suara Pemilu legislatif di semua tingkatan. Sebab paska pemungutan suara, pelanggaran administratif dan pidana Pemilu dikhawatirkan terjadi pada berubahnya hasil rekapitulasi perolehan suara di semua tingkatan.

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Senin, 14 April 2014 - 10:39 WIB
Dilihat : 1,391 kali

altBogor, Bawaslu– Pada 9 April 2014 saat seluruh masyarakat Indonesia berpesta demokrasi untuk memberikan hak pilihnya, ada sebagian masyarakat yang tidak dapat menggunakan hak pilihnya. Keinginan mereka untuk memilih terpaksa ditunda akibat surat suara yang tertukar dan surat suara yang sudah tercoblos.

Berbicara soal surat suara tercoblos sebelum hari pemungutan suara di Desa Benteng, Kecamatan Ciampea, Kabupaten Bogor, jumlahnya cukup massif. Hampir semua surat suara sudah tercoblos dan terjadi di seluruh tempat pemungutan suara (TPS) yang berjumlah 22 TPS. Artinya, sekitar 8.200 pemilih yang sudah terlihat antusias untuk memilih akhirnya tidak bisa menggunakan hak pilihnya pada hari itu.

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Minggu, 13 April 2014 - 11:05 WIB
Dilihat : 1,170 kali

alt

 

JAKARTA – Kelompok Kerja Nasional (Pokjanas) Gerakan Sejuta Relawan Pengawas Pemilu (GSRPP) menilai kejahatan Pemilu dalam Pemilu legislatif 9 April 2014 lalu semain berani melibatkan pemilih, peserta pemilu maupun penyelenggara pemilu. Karenanya, Bawaslu dan penegak hukum (polisi dan kejaksaan) diminta dapat menindak lebih tegas para pelaku kejahatan tersebut. 

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Minggu, 13 April 2014 - 10:50 WIB
Dilihat : 1,229 kali

alt

JAKARTA -- Jaringan Pendidikan Pemilih Untuk Rakyat (JPPR) menilai Pemilu legislatif tanggal 9 April 2014 lalu masih karut marut dengan berbagai persoalan lama Pemilu yang meliputi lima kategori pelanggaran yakni data pemilih, logistik Pemilu, politik uang, pemahaman Kelompok Panitia Pemungutan Suara (KPPS) tentang pemungutan dan perhitungan suara serta situasi di tempat pemungutan suara (TPS).

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Minggu, 13 April 2014 - 10:00 WIB
Dilihat : 1,203 kali

altBogor, Badan Pengawas Pemilu– “Pilpres tiga kali lebih gawat daripada pileg.” Begitulah pernyataan Ketua Bawaslu RI, Muhammad, saat membuka rapat finalisasi modul bimtek provinsi dalam rangka pilpres 2014. Rapat yang diselenggarakan oleh Bagian SDM dan TUP Bawaslu RI pada Sabtu-Senin (12-14/4) di Sahira Butik Hotel, Bogor, dihadiri pula oleh pimpinan Bawaslu RI, Nelson Simanjuntak.

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Minggu, 13 April 2014 - 09:50 WIB
Dilihat : 1,259 kali

alt

JAKARTA -- Jaringan Pendidikan Pemiliih Untuk Rakyat (JPPR) menilai Komisi Pemilihan Umum (KPU) gagal memastikan ketersediaan logistik Pemilu logistik 9 April 2014 lalu. Sementara Badan Pengawas Pemilu diminta lebih tegas dan lebih cepat menindaklanjuti pelanggaran pidana money politic oleh caleg atau parpol.

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Jumat, 11 April 2014 - 09:04 WIB
Dilihat : 1,126 kali

alt

Makassar, Badan Pengawas Pemilu– Insiden Pemukulan dan pengeroyokan ini terjadi di TPS 05, kelurahan Bangkala, Kecamatan Manggala, Makassar, Sulawesi Selatan, Rabu (9/4) terjadi sekitar pukul 21.20. Atas peristiwa tersebut, Ketua Bawaslu Muhammad mengecam pelaku sebagai preman yang berada dalam Pemilu.

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Kamis, 10 April 2014 - 11:57 WIB
Dilihat : 1,213 kali

altJakarta, Badan Pengawas Pemilu - Sebanyak 76 ribu Pengawas Pemilu Lapangan (PPL) melaporkan secara cepat jumlah pelanggaran berbasis tempat pemungutan suara (TPS) ke data center Bawaslu. Laporan tersebut akan terus diolah dan diupdate oleh Bawaslu untuk segera dipublikasikan ke masyarakat. Berikut data lengkapnya. 

Penulis : Anonymous (tidak terverifikasi)
pada : Kamis, 10 April 2014 - 11:56 WIB
Dilihat : 1,846 kali

altJakarta, Badan Pengawas Pemilu– Pimpinan Bawaslu Nasrullah mengatakan tidak dibenarkan kepada Calon Legislatif (Caleg) menggunakan cara membagi bagikan uang money politics dalam melakukan pemenangan Pemilu untuk mempengaruhi perolehan suara. Bawaslu akan memastikan bahwa Caleg terebut akan ditindak tegas sesuai dengan konsekuensi hukum apabila terbukti melakukan praktik tersebut.

“Kami memastikan agar yang bersangkutan ketika terpilih, tidak ditetapkan sebagai terpilih apabila terbukti secara hukum,” ujarnya,di Gedung Bawaslu, Kamis (10/4).

Halaman

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Helpdesk Keuangan

SIPS

SAKIP

Sipeka Bawaslu

SIPP Bawaslu

Simpeg Bawaslu

e-Announcement LHKPN

Agenda Bawaslu

Waktu:
Kamis, 17 September 2020 WIB
Tempat :
Daring Komisi Nasional Hak Asasi <Manusia
Waktu:
Senin, 7 September 2020 WIB
Tempat :
Daring CNN Indonesia
Waktu:
Senin, 7 September 2020 WIB
Tempat :
Lantai 4 Bawaslu

Video Bawaslu

newSIPS 2019
newSIPS 2019

Mars Bawaslu

Mars Pengawas PEMILU +text
Mars Pengawas PEMILU +text