• English
  • Bahasa Indonesia

Sekretaris Jenderal

8 Agustus 2017

Gunawan Suswantoro

"Saya ingin lembaga kepemiluan di Indonesia dijadikan contoh bagi lembaga kepemiluan di negara lain. Indonesia harus jadi contoh bagi negara-negara demokrasi di negara lain. Kita akan menduniakan Bawaslu," ujar Sekretaris Jenderal Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Gunawan Siswantoro memaparkan visinya. Mimpi figur nomor satu di Bawaslu itu bukan isapan jempol semata.

Keberhasilan lembaganya mengawal pesta demokrasi melalui pemilu legislatif dan presiden pada 2014 lalu menjadi tolok ukurnya. Tingkat partisipasi pemilih pada pemilu legislatif mencapai 75 persen, sedangkan pemilihan presiden mencapai 71 persen. Di tengah rendahnya partisipasi publik dalam pemilu di negara modern lain, Indonesia justru mampu membalikkan tren tersebut. Tak dapat dipungkiri, ada peran besar penyelenggara pemilu di sana, termasuk Bawaslu.

Posisi Gunawan sebagai sekretaris jenderal Bawaslu tak lepas dari kejutan. Tepat sehari sebelum pelaksanaan pemilu legislatif 9 April 2009, ia ditelepon oleh Kepala Biro Kepegawaian Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Kiswanto pada pukul delapan pagi.

Di sela-sela kesibukannya mempersiapkan teleconference kesiapan pemilu 2009 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Gunawan terkejut mendengar kabar dari Kemendagri bahwa ia akan dilantik sebagai kepala sekretariat (kini sekretaris jenderal) Bawaslu. Pada 8 April 2009, suami dari Sunarti sekaligus bapak dari Fachrian Luftansa Kamil (22 tahun) dan Fachriza Cakrafaksi (20 tahun) ini pun dilantik sebagai sekretaris jenderal Bawaslu pada pukul 11 siang. Sejak hari itu, di pundaknya, dengan dukungan seluruh jajaran staf Bawaslu, pelaksanaan pemilu di republik ini dikawal.

Lahir di Banjarnegara, Jawa Tengah, 30 Juni 1966, Gunawan Suswantoro sudah terbiasa dengan kosakata ‘mimpi dan perjuangan’. Jauh sebelum mengemban amanah sebagai figur nomor satu di sekretariat jenderal Bawaslu, ia menapaki masa kecilnya dengan penuh perjuangan. Gunawan kecil harus menyusuri jalan setapak hingga menyeberangi sungai demi menuntut ilmu dari sekolah dasar hingga sekolah menengah.

Ujian seakan tak berhenti bagi Gunawan. Sang Ibu kesulitan untuk membiayai kuliahnya dan kakaknya. Gunawan pun berburu beasiswa untuk memuluskan jalannya meraih gelar sarjana. Tak sia-sia. Ia pun meraih beasiswa hingga lulus strata satu hukum tata negara.

Karier Gunawan sendiri diawali sebagai birokrat staf Biro Hukum Kementerian Dalam Negeri (Kemdagri) pada 1993. Ia juga pernah menjadi Kasubag Perundang-undangan Biro Hukum (2000-2001), Kepala Seksi Pol PP Ditjen Pemerintahan Umum (2001-2004), Kepala Seksi Kerja Sama Antardaerah Ditjen PUM (2004-2006), Kepala Bagian Perundang-undangan Biro Hukum (2006-2008), dan Kasubdit Pembauran dan Kewarganegaraan Ditjen Kesbangpol (2008-2009).

Sejak menjadi orang nomor satu di lingkungan sekretariat Bawaslu, Gunawan aktif dalam advokasi Bawaslu terhadap Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2011 tentang Penyelenggara Pemilu, yang memperkuat posisi dan kewenangan Bawaslu, di antaranya adanya Pengawas Pemilu yang permanen di tingkat provinsi serta dukungan Kesekretariatan ditingkatkan menjadi Kesekretariatan Jenderal.

Kini, peraih gelar magister ilmu politik Universitas Indonesia ini adalah satu-satunya Sekretaris Jenderal yang memfasilitasi dua Lembaga Negara, yaitu Bawaslu dan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilihan Umum (DKPP).***

Informasi Publik

Regulasi

Whistleblowing System

Link Bawaslu Provinsi

Agenda Bawaslu

Bawaslu Live Stream

Hubungi Kami