Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia

Bersama Rakyat Awasi Pemilu, Bersama Bawaslu Tegakkan Keadilan Pemilu

Ratna Dewi Pettalolo: Pilkada DKI Putaran Dua Jauh Lebih Baik

Rab, 19/04/2017 - 20:34 -- haryo sudrajat

Jakarta, Badan Pengawas Pemilu – Pasca melakukan supervisi pengawasan pemungutan suara di beberapa TPS pada Pilkada DKI Tahun 2017 putaran kedua, Anggota Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu RI) Ratna Dewi Pettalolo memenuhi undangan siaran langsung dari Televisi Republik Indonesia (TVRI). Undangan sebagai narasumber yang disiarkan secara langsung ini mengangkat tema tentang 'Pilkada DKI Jakarta putaran kedua’.

 

Pada kesempatan ini Ratna Dewi Pettalolo menjelaskan terkait pemantauan di TPS yang dilakukan oleh semua Anggota Bawaslu RI. Ia menyampaikan terkait hasil dari pemantauan yang dilakukan pada saat pemungutan suara. "Tadi pagi saya kunjungi beberapa TPS di dua Apartemen wilayah Jakarta Selatan," kata Mantan Ketua Bawaslu Provinsi Sulawesi Tengah itu di Studio 6 Gedung TVRI, Jakarta, Rabu (19/4).

 

Di beberapa TPS yang saya kunjungi, lanjut dia, petugas di TPS dalam hal ini kelompok panitia pemungutan suara (KPPS) sudah baik dalam bertugas. Mereka memberi kemudahan kepada para pemilih dalam menyalurkan hak suaranya. Ada beberapa pemilih yang tidak memiliki C6, kata Ratna, namun mereka tetap bisa memilih dengan menyebutkan nomor urut DPT dan menyertakan e-KTP DKI. Dengan begitu jika terdapat pemilih yang mencoba ingin menggunakan C6 orang lain akan ketahuan. Terkait perbedaan proses pemungutan suara putaran pertama dengan putaran kedua, dia menyebutkan bahwa pemungutan suara putaran kedua ini lebih kondusif.

 

“Perbandingan antara putaran pertama dan kedua ini tentu informasi dari Bawaslu DKI," tegasnya.

 

Walaupun, lanjut dia lagi, kita dikhawatirkan akan adanya mobilisasi masa dari luar Jakarta H-1 menjelang pemungutan suara, akan tetapi hal tersebut tidak terjadi berkat kerja sama semua pihak. “Yang terjadi malah sebaliknya, para penyelenggara, para pemilih merasa aman dan nyaman pada saat melangsungkan pemungutan suara yang dimulai dari pukul 07.00 hingga pukul 13.00," pungkas Wanita Asal Kota Palu Sulteng ini. Selain itu, dia juga meminta kepada jajaran KPU untuk dapat bertugas dalam mengawal surat suara dengan baik. Jangan sampai penyelenggara terciderai dengan kurang maksimalnya mengawal surat suara yang telah dicoblos. Penulis/foto: Irwan